“Seharusnya Pemerintah pro aktif. Situs budaya seperti ini harus terus diperhatikan,” jelasnya.
Sementara pihak Kejari Palopo yang ikut kerja bakti, mengapresiasi atas kepedulian masyarakat Palopo, termasuk anak muda yang turut berpartisipasi pada bakti sosial membersihkan Sumur MattirowaliE.
Situs ini telah ditumbuhi rumput liar. Terlihat gerbang yang terbuat dari tembok setinggi dada orang dewasa dengan lebar sekira setengah meter yang mengapit jalan masuk. Di bagian dalam terdapat monumen yang tulisannya tidak bisa lagi terbaca.
Baca Juga : Dinas Kebudayaan Palopo Sukses Gelar Parade Busana Pengantin Luwu
Terus ke dalam lagi, terdapat sumur dengan diameter sekira setengah meter. Sumur dikelilingi tembok yang sudah terlihat batu batanya dan rata dengan tanah. Setelah dibersihkan, dipasang patok kayu keliling sumur sebagai penanda. (*)
