REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa berencana akan membangun taman budaya di Kawasan Museum Balla Lompoa melalui program kementerian.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Andi Tenri Tahrir mengatakan, rencana pembangunan taman budaya tersebut sebagai upaya memperkenalkan keberadaan Museum Balla Lompoa lebih luas lagi. Apalagi setelah dilakukannya revitalisasi.
“Ini upaya kita untuk memperkenalkan ke masyarakat khususnya wisatawan luas ataupun mereka yang tertarik dengan situs -situs sejarah dan kebudayaan,” katanya.
Hanya saja sebagai langkah awal pihaknya akan mempersiapkan segala syarat yang dibutuhkan untuk rencana pembangunan tersebut. Sebab, syarat-syarat suatu daerah untuk membentuk sebuah taman budaya harus memiliki Rencana Induk Pariwisata Kabupaten (Riparkab) dan Tim Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) yang memiliki SK.
“Kita kan sudah punya Riparkab, tinggal menunggu disahkan saja menjadi peraturan daerah kepariwisataan. Kemudian Tim TACB nya juga sudah diusulkan. Kalau ini sudah ada kita bisa mengusulkan agar kementerian kebudayaan yang memiliki program tersebut dapat mensupport kegiatan kebudayaan yang ada di daerah,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya mendorong kolaborasi dengan pihak kementrian dengan maksud program-program kebudayaan yang digagas di Kabupaten Gowa tidak memberatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Semoga program ini dapat terwujud di tahun depan sejalan dengan meredanya pandemi Covid-19. Kami optimis dengan keberadaan taman budaya ini mampu menjadi sarana wisata dan promosi kebudayaan khas daerah yang kita miliki,” tegas mantan Kepala Bagian Umum Sekkab Gowa ini.
Dirinya mengaku, upaya lain yang telah dilakukan Disparbud Gowa dalam memperkenalkan kawasan Museum Balla Lompoa adalah terus melakukan event secara berkala melalui program Museum Di Hatiku atau #Ayo ke Museum.
“Program ini kita mengajak siswa-siswi sekolah untuk datang belajar ke museum. Di situ kita mengajarkan mereka seluruh sejarah lokal daerah dan peninggalannya, serta nilai sejarah dan budaya lainnya,” katanya.
Selain itu, untuk memaksimalkan keberadaan Museum Balla Lompoa usai direvitalisasi pihaknya akan memaksimalkan keberadaan pusat kerajinan Dekranasda yang telah dibangun di area kawasan.
Di mana keberadaannya akan memudahkan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Balla Lompoa untuk mendapatkan buah tangan (ole-ole) berupa kerajinan khas berjuluk Butta Bersejarah ini.
“Kedepannya para pelaku ekonomi dan kreatif akan kita berikan ruang untuk menjual hasil produk mereka. Baik berupa produk kerajinan maupun kuliner khas daerah,” kata Tenri.
Keberadaan Museum Balla Lompoa ini akan semakin lengkap dengan dibangunnya Gedung Kesenian Gowa di dalam kawasan. Hadirnya gedung tersebut pun diharapkan mampu menjadi wadah pemersatu sanggar-sanggar seni yang ada dan mampu mensupport eksistensi para pelaku seni dengan event-event yang dapat diselenggarakan di wilayah kawasan.
“Kita juga sangat berharap peran dari dewan kesenian untuk sama-sama mendorong bagaimana keberadaan Museum Balla Lompoa ini semakin dikenal masyarakat secara luas,” harap mantan Kabag Humas dan Kerjasama Kabupaten Gowa ini. (*)
