0%
logo header
Kamis, 14 April 2022 13:24

Ditangan Bupati Adnan dan Wakilnya, Pertumbuhan Ekonomi Gowa Naik 7,26 Persen

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (kiri) bersama wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni (kanan). (Ist)
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan (kiri) bersama wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni (kanan). (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa menyebutkan pertumbuhan ekonomi kabupaten Gowa dibawah kepemimpinan Bupati Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati, Abd. Rauf Malaganni tembus 7,26 persen di periode 2021.

Pencapaian ini didongkrak melalui sektor pertanian yang mampu dikelola pemerintah daerah secara maksimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kabupaten Gowa Makhzuni mengatakan, secara perlahan Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan upaya dalam memulihkan ekonomi.

PLT BPS Kabupaten Gowa, Makhsuni. (Foto. Chaerani/Republiknews.co.id)

Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik

Upaya yang dilakukan pemerintah pun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan sejumlah potensi daerah, salah satunya pada potensi pertanian.

“Ada lima sektor unggulan yang menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa di 2021,” kata Makhzuni, Kamis (15/04/2022).

Ia menyebutkan, lima sektor unggulan ini antara lain, pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 11,34 persen, kemudian industri pengolahan sekitar 9,37 persen, transportasi dan pergudangan 8,43 persen, informasi dan dan komunikasi sekitar 7,63 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,50 persen.

Baca Juga : Plt KPH Jeneberang Bantah Pemberitaan Perambahan Hutan di Wilayah Kerjanya, Ini Penjelasannya

Selanjutnya, berdasarkan data yang ada di sepanjangan periode 2021 pertumbuhan ekonomi daerah mengalami perbaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada periode tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2020 pertumbuhan ekonomi mengalami kondisi yang anjlok di 1,76 persen, kondisi ini tentunya disebabkan karena diberhentikannya sementara aktivitas masyarakat pada sejumlah sektor.

Sementara di 2021 pertumbuhan ekonomi mulai mengalami perbaikan dengan nilai pertumbuhan mencapai 7,26 persen.

Baca Juga : 2026, Pemkab Gowa Dorong Pembangunan Infrastruktur Jalan di Biringbulu

“Di pandemi kemarin kita pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gowa memang turun 1,26 persen tetapi catatannya masih positif jika dibandingkan dengan daerah yang lain yang penurunannya negatif. Tetapi di 2021 kita berhasil naik di 7,26 persen,” ungkap Makhzuni.

Dirinya menyebutkan, untuk sektor pertanian ada beberapa komoditas unggulan yang menopang seperti, tanaman pangan seperti padi, jagung dan ubi kayu.

Kemudian tanaman hortikultura semusim seperti kentang, tomat, bawang daun, dan wortel. Selain itu tanaman hortikultura tahunan seperti, pisang, mangga, rambutan dan nangka.

Baca Juga : DM Temui Lima Warga Tersesat di Hutan Marenne Setelah Kembali Dengan Selamat

Makhzuni berharap, kedepannya untuk terus meningkatkan potensi pertanian, pemerintah daerah melalui dinas terkait diminta untuk melakukan upaya-upaya preventif melalui mekanisasi, pengawasan pupuk dan benih, serta terus memaksimalkan edukasi ke kelompok petani.

Sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak masyarakat di Kabupaten Gowa untuk menjaga sektor pertanian agar tetap tangguh dan tumbuh sebagai penopang ekonomi di tengah pandemi.

“Saya ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pertanian pada masa pandemi karena mampu menopang pertumbuhan ekonomi, juga sebagai penghasil devisa negara, kemudian sumber pendapatan utama rumah tangga petani dan penyedia lapangan kerja,” ujarnya.

Baca Juga : DM Temui Lima Warga Tersesat di Hutan Marenne Setelah Kembali Dengan Selamat

Menurutnya, sektor pertanian sejauh ini terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebagai catatan PDB pertanian pada triwulan II tahun 2020 tumbuh sebesar 16,24 persen (q to q) dan triwulan I tahun 2021 tumbuh 2,95 persen (y-on-y).

Selain itu, ekspor produk pertanian pada Januari hingga Desember 2021 juga tumbuh positif yang mencapai Rp 625,04 triliun atau meningkat 38,69 persen jika dibandingkan periode 2020.

“Indikator lainnya seperti nilai tukar petani (NTP) juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, dimana sejak Juni 2020 terus mengalami kenaikan. Terbaru Februari 2022 mencapai 108,83 atau naik 0,15 persen jika dibandingkan NTP pada Januari 2021,” beber SYL.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646