0%
logo header
Jumat, 24 Desember 2021 19:05

Dosen UMSi Kembangkan Pengelolaan Produk Lokal di Desa

Rizal
Editor : Rizal
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) saat melaksanakan penelitian masyarakat di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Jumat (24/12/2021).
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) saat melaksanakan penelitian masyarakat di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Jumat (24/12/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melaksanakan penelitian masyarakat di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Jumat (24/12/2021).

Program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengangkat tema ‘Dampak Pengembangan Produk Lokal’ untuk peningkatan profitabilitas masyarakat mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta.

Kegiatan yang dilakukan untuk melihat manfaat dan dampak yang diberikan dari hasil pelaksanaan kegiatan Wirausaha Desa (Wira Desa) Mahasiswa UMSi.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Adanya program wira desa dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai beberapa pengelolaan produk lokal Desa Terasa sehingga kegiatan ini sangat dianjurkan untuk dilakukan kembali,” kata Ketua Tim Peneliti Dampak Program MBKM, Azmi Mangalisu.

Lebih lanjut katanya, potensi alam yang dimiliki Desa Terasa diantaranya madu, gula merah dan ikan nila sangat bagus untuk dikembangkan sehingga dapat dijadikan produk lokal.

Hanya saja, masyarakat Desa Terasa kurang mendapatkan pengetahuan tentang cara pengelolaan ketiga potensi alam tersebut. Sehingga terkadang mengolah produk lokal secara konvensional bahkan dijual langsung tanpa diolah terlebih dahulu.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Untuk itu, kata Azmi, dengan pendampingan mahasiswa wira desa, madu yang hanya dikemas menggunakan botol bekas diberikan kemasan yang menarik dan mudah dibawa serta gula merah yang dihasilkan dijadikan permen dan ikan nila dijadikan kerupuk ikan.

“Sehingga dampak profitabilitas akan meningkat karena produk olahan akan dikembangkan oleh masyarakat. Namun untuk sekarang ini belum bisa dilihat peningkatannya karena pelaksanaan kegiatan ini baru berjalan beberapa minggu yang lalu,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Wira Desa, Goni Areski menuturkan bahwa kegiatan wira desa secara pribadi bermanfaat dalam hal interaksi langsung ke masyarakat dan bisa melihat potensi alam Desa Terasa.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Potensi alam yang dimiliki Desa Terasa masih perlu pendampingan. Bahkan, produk lokal desa pun harus dikembangkan,” singkatnya.

Diketahui, kegiatan penelitian kebijakan MBKM yang diketuai oleh Azmi Mangalisu beranggotakan empat orang, masing-masing Rajmi Faridah, Khaeruddin, A Liswahyuni, serta Rahmawati Arma. (*)

Penulis : Rizal
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646