REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan klasik yang dialami perusahaan tersebut, yakni distribusi air yang tak merata.
Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad mengatakan jika Perumda air minum butuh pesaing atau kompetitor kedepannya.
“PDAM tidak begitu serius menangani persoalan tersebut lantaran merasa telah memonopoli pelayanan air di Kota Makassar,” kata Ray, Jumat (23/7/2021).
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Saya kira PDAM ini butuh kompetitor supaya mereka bisa lebih serius menangani pelayanan air di Kota Makassar. Persoalan ini sudah lama dan sampai sekarang belum tertangani dengan baik, kalau satu perusahaan yang tangani ini pasti terserah dia mau apa,” tambah politisi Demokrat itu.
Kondisi kekeringan, katanya, tak hanya terjadi saat musim kemarau saja. Bahkan saat musim penghujan ketersediaan air yang layak masih sulit didapatkan oleh masyarakat. Kalaupun dapat terlayani, yang didapatkan justru tidak maksimal.
“Ada beberapa yang bayar terus, tapi tidak mengalir-mengalir airnya, bahkan yang mengalir juga pasti tidak layak airnya,” beber Ray.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Pelayanan tersebut, katanya, akan lebih baik seiring meningkatnya persaingan dari perusahaan. Ray mengatakan sejumlah kota-kota besar dunia menganggap persaingan justru baik, karena mendorong peningkatan kualitas layanan.
“Kota besar itu ciptakan lebih dari dua perusahaan, bahkan mereka turun langsung mencari warga untuk dijadikan member mereka,” demikian Ray. (*)
