REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar menggelar rapat paripurna pada Jumat (10/9/2021). Agendanya, penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Makassar dari lima daerah pemilihan (dapil).
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi.
Penyampaian laporan reses tersebut dibacakan oleh juru bicara dapil masing-masing. Hal ini guna menjadi bahan masukan dan saran dari anggota DPRD Makassar untuk diakomodir Pemerintah Kota Makassar selaku eksekutor.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Laporan dari Dapil I disampaikan oleh Muchlis A Misbah dari Fraksi NIB. Ia mengungkapkan sejumlah masalah yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah kota, diantaranya pengadaan posyandu, perbaikan insfrastruktur termasuk jembatan penghubung dan drainase untuk meminimalisir kebanjiran.
Melalui Ray Suryadi Arsyad dari Fraksi Demokrat, Dapil II meminta pemerintah kota fokus menangani kelangkaan air bersih di daerah utara Kota Makassar. Ia mengaku akan memperjuangkan hal tersebut hingga masa jabatannya berakhir.
Sementara itu untuk Dapil III, melalui Abdul Wahid dari Fraksi PPP berharap agar bantuan sosial segera disalurkan. Ia juga menyoroti data penerima bansos yang perlu banyak pembenahan.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Sedangkan Dapil IV melalui Muh Nasir Rurung dari Fraksi PAN mengimbau pemerintah kota untuk bersinergi menyelesaikan masalah terkait kurangnya posyandu dan masalah infrastruktur lainnya. Ia juga berharap ada perhatian untuk TPA yang lokasinya sudah memasuki tanah warga.
Terakhir, untuk Dapil V disampaikan oleh Yeni Rahman dari Fraksi PKS. Ia menyampaikan perlunya perhatian pada proses pembelajaran daring yang dianggapnya menjadi momok ditengah masyarakat.
“Yang perlu dapat perhatian eksekutif, proses pembelajaran daring yang menjadi momok bagi masyarakat. Mengimbau pemkot untuk menciptakan kurikulum pembelajaran daring tanpa kuota yang meliputi aspek psikomotorik, kognitif dan afektif,” demikian Yeni Rahman. (*)
