REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Kualitas Hotmix yang dianggarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai melalui pinjam sebesar Rp 185 Miliar dianggap mempunyai kualitas yang sangat buruk.
Hal ini disampaikan eks Anggota DPRD Kabupaten Sinjai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Chaeril Putra, melalui pesan masengger.
Chaeril Putra, mengaku miris melihat kondisi dan kualitas aspal yang hasilnya sangat buruk.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
“Jelas dari foto yang diupload teman teman di Facebook ini sangat jauh dari spek. Bahkan pernah saya lihat ada pelaksaan hotmix sementara hujan. Ini kan jelas bahwa kontraktor tidak memperhatikan spek pengerjaan hotmix, Karena jelas hotmix punya suhu standar pengaspalan dan permukaan jalan yang akan diaspal, kan sudah pasti bahwa kontraktor tidak mematuhi standar operasi kerja,” katanya.
Lanjut Chaeril, jika pengalamannya di DPRD kabupaten Sinjai setiap kegiatan terkhusus pembangunan, mereka memang proaktif ikut memantau setiap pembangunan yang sedang berjalan.
“Jujur, dulu waktu masih menjabat di DPRD kami sering turun melihat dan mengawasi kondisi jalan yang sudah dikerja tetapi saya tidak melihat kondisi yang lebih parah dari ini. Sangat memprihatinkan kualitasnya,” tegasnya.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
Ditambahkannya, saat itu ia pernah mengundang kadis PUPR Sinjai terkait pengerjaan Hotmix di jalan KH. Agus Salim tepat di Depan Warkop.
“Itu kami minta di hotmix ulang karena kondisi rusak dalam hitungan beberapa bulan dan volume yang kurang. Bentuk pengawasan inilah yang harus kita jalankan semua stekholder jika ingin melihat pembangunan di Sinjai mempunyai kualitas dan dapat dinikmati masyarakat Sinjai dalam jangka waktu yang lama,” kuncinya. (Anto)
