REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Rapat pemantapan Festival I Lagaligo III yang akan berlangsung di Kabupaten Soppeng kembali digelar, sejumlah panitia dilibatkan terkhusus yang membidangi Seni dan Budaya di kantor sekertariat I Lagaligo III, Jl. Kemakmuran, Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Kamis (25/10/2018).
Pertemuan tersebut digelar untuk melakukan diskusi dengan harapan perayaan Festival yang bertajuk Internasional berjalan dengan maksimal.
Asisten I Pemkab Soppeng, Sarianto dalam arahannya menyampaikan bahwa Festival I Lagaligo III yang akan digelar di Kabupaten Soppeng merupakan tanggung jawab bersama karena nama Soppeng yang dibawa.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Kekompakan sangat diharapkan, kepada masing-masing seksi agar lebih mempertajam, saran dan pertimbangan, jalinan kerjasama juga diharapkan dan selalu komunikasi,” harap Sarianto.
“Kepada para panitia agar betul-betul Solid kerja dan kerja,” ungkapnya lagi.
Bau Waris, salah satu pemerhati Budaya yang turut hadir dalam rapat tersebut menyebut perayaan festival I Lagaligo merupakan masalah besar karena didalamnya dibahas tentang sifat dan sejarahnya Kabupaten Soppeng.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
“Dengan adanya Festival I Lagaligo di Kabupaten Soppeng nantinya anak muda diberi ruang untuk menuangkan kreatifitas,” kata Bau Waris.
“Yang muncul nantinya adalah Profil Soppeng,” tambahnya lagi.
Disebutkan pula bahwa I Lagaligo adalah seseorang lahir di daerah Luwu dan hampir dilupakan, padahal tidak bisa dilupakan.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
“Ini wajib memberikan bakti terhadap Budaya dan ini akan diperkenalkan dan nantinya banyak hal yang dapat dipetik dalam perayaan I Lagaligo,” ucap Bau Waris.
Senada, ketua panitia perayaan festival I Lagaligo III, Farouk. M. Adam mengatakan bahwa Perayaan I Lagaligo III bukan Mitos melainkan sejarah yang akan diperlihatkan kepada orang luar.
Ditambahkan bahwa ini adalah adat dahulu yang mesti dipertahankan sehingga kalau mau Eksis harus dengan mempertahankan diri ini adalah I Lagaligo.
Baca Juga : Indosat Berbagi Kasih: Anak-anak Nikmati Kehangatan dan Sukacita Natal
“Alhamdulillah panitia yang terlibat memiliki tanggung jawabnya tinggi, akhir bulan ini semuanya mantap dan tidak di rubah-rubah lagi,” kata Farouk.
(Yusuf)
