0%
logo header
Rabu, 31 Juli 2024 20:34

Film Uang Panai 2 Tayang 8 Agustus 2024, Tradisi Perkawinan Bugis-Makassar Diulas Kompeks

Chaerani
Editor : Chaerani
Owner KeishaGlow dr. Rina saat berfoto bersama pemain Film Uang Panai 2 Tumming dan Abu, usai menghadiri Prescon Uang Panai 2: MAHA(L)R, di Kopi Teori, TSM Makassar, Rabu, (31/07/2024). (Dok. Istimewa)
Owner KeishaGlow dr. Rina saat berfoto bersama pemain Film Uang Panai 2 Tumming dan Abu, usai menghadiri Prescon Uang Panai 2: MAHA(L)R, di Kopi Teori, TSM Makassar, Rabu, (31/07/2024). (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Film Uang Panai 2: MAHA(L)R akan kembali tayang di seluruh bioskop tanah air pada 8 Agustus 2024 mendatang.

Dalam film karya Finisia Production bersama Rumpi Entertainment, dan 786 Production ini akan kembali menyajikan komedi segar khas Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, juga mengulas permasalahan sosial yang berkaitan dengan tradisi uang panai dalam budaya perkawinan Bugis-Makassar.

Uang Panai 2 yang dibintangi Ikram Noer dan Nurfadillah kembali dirilis sebab pada penayangan pertamanya pada 2016 lalu sukses di pasaran. Hanya saja dalam cerita episode kedua tersebut membawa cerita segar dan isu yang lebih kompleks.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

“Dengan cerita yang lebih fresh, film ini tetap setia dengan nyawa utamanya tentang perjuangan
mengumpulkan Uang Panai’ atau mahar dalam budaya perkawinan Bugis-Makassar,” kata Sutradara Uang Panai Ihdar Nur, di sela-sela Prescon Uang Panai 2: MAHA(L)R, di Kopi Teori, Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Rabu, (31/07/2024).

Ia menjelaskan, dalam Uang Panai 2 ini menceritakan kisah perjuangan Ancha (Ikram Noer) yang ingin menikahi Icha (Nurfadillah), tetapi terhalang permintaan uang panai (uang belanja pernikahan) sebesar Rp200 juta dari orangtua Icha.

“Dalam film ini, juga ditayangkan konflik sosial yang lahir atas budaya turun temurun. Dimana uang panai dikenal sebagai syarat nikah yang harus ditanggung oleh pria untuk meminang perempuan. Semakin tinggi status pendidikan, hingga pekerjaannya perempuan maka semakin besar pula uang panai yang harus dibawa oleh pria,” jelasnya.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Cerita di film tersebut semakin kompleks, dimana hadir Tuming dan Abu yang menawarkan jasa konsultasi uang panai bernama PATTUMBU’. Perusahaan jasa konsultasi ini didirikan karena sukses membantu Ancha mengumpulkan uang panai di film pertama.

Sementara, Penulis Skenario Uang Panai 2 Elvin Miradi mengatakan, pada film ini juga mengangkat pesan moral tentang karakter lelaki Bugis-Makasaar. Seperti, lelaki yang digambarkan kuat bekerja.

“Nah, kekuatan kerja ini tercipta dari budaya uang panai yang diterapkan oleh leluhur. Termasuk kami juga mengangkat makna positif bahwa uang panai yang mahal akan mengajarkan tanggungjawab dari laki-laki untuk menafkahi perempuan sebelum dan setelah menikah, dan bukan juga menjadi penghalang pernikahan,” terangnya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Di Film Uang Panai 2 ini pula mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut sebagai upaya mendukung kemajuan film-film yang mengangkat budaya lokal khas Sulawesi Selatan.

Owner KeishaGlow dr. Rina mengungkapkan, Film Uang Panai 2 sangat bagus menjadi pilhan tontonan. Sebab mengangkat tema tradisi di Sulawesi Selatan yang telah berlaku sejak dulu hingga saat ini.

“Kami merasa ini suatu kehormatan karena bisa mendukung film lokal sekelas Uang Pania yang sudah skala nasional. Uang Panai 1 juga cukup terkenal sehingga kami merasa kalau memang bisa berkontribusi kenapa tidak,” ujarnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Apalagi, dalam film tersebut juga mengangkat cerita kehidupan dokter di klinik kecantikan yang diperankan Icha. Sehingga, film tersebut dianggap perlu mendapat dukungan dari pihaknya sebagai pengelola klinik kecantikan di Makassar.

“Pertama karena memang pemeran utamanya kan menggambarkan dokter perempuan yang menjalankan bisnis klinik. Apalagi Klinik KeishaGlow sudah lama di Makassar, makanya kami merasa bangga bisa mendukung film ini,” terangnya.

Ia pun mengaku akan selalu membuka peluang dalam memberikan dukungan terhadap film-film lokal. Termasuk Film Uang Panai 2.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Kalau memang film ini bisa diterima dengan positif oleh masyarakat maka bisa jadi kami tetap akan mendukung proyek Film Uang Panai kedepannya,” tutup dr. Rina.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646