Meskipun bencana angin kencang yang menimpa beberapa wilayah desa di dua Kecamatan ini memberi dampak kepada banyak rumah tangga, Ketua IPHI Wajo yang baru dilantik ini akan mengupayakan santunan kepada masyarakat terdampak sesuai tingkat kerusakan dan kemampuan keuangan daerah.
Selain memaksimalkan APBD, Amran Mahmud juga akan mengupayakan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Kita juga menerima donasi bagi para dermawan, instansi, organisasi dan pihak lainnya yang ingin membantu meringankan saudara-saudara kita melalui BPBD Kabupaten Wajo,” ucapnya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Amran Mahmud juga meminta kepada unit dan relawan penanganan bencana dari OPD dan organisasi terkait untuk membantu evakuasi korban terdampak, sambil juga tetap melakukan pemutakhiran data terbaru.
Sementara Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Wajo, Sri Irmayanti menyampaikan bahwa angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita pada Selasa (26/10/2021) kemarin.
“Data terakhir yang terdata di pusdalops kami yaitu untuk Kecamatan Maniangpajo, Desa Mattirowalie sebanyak 16 unit rumah terdampak atau rusak dan Desa Sogi sebanyak 3 unit. Sementara untuk Kecamatan Sabbangparu, Desa Pallimae 163 unit rumah, 1 mesjid dan 2 sekolah , Desa Ugi 32 unit rumah, Desa Worongnge 62 unit rumah. Untuk Kecamatan Tempe, Kelurahan Wiringpalennae ada 2 unit rumah rusak” ucapnya.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial P2KBP3A, Warmansyah menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan BPBD tetap melakukan assasmen dan pendataan untuk pemutakhiran data.
“Unit dan relawan kita bersama unit penanganan bencana dari opd terkait dan organisasi juga telah membantu evakuasi korban,” ucapnya. (*)
