REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) Komisariat Sulawesi Selatan yang berkedudukan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Conference of Indonesia Remote Sensing Society (ICOIRS), Selasa (30/10/2018).
Konferensi yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Mengharapkan konferensi internasional ini akan menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan yang kita alami.
“Saya berharap, saya bisa mendengar ada solusi dan inovasi yang nyata dari pertemuan ini, dan pemerintah daerah akan mengikuti konferensi seperti ini untuk mendapatkan masukan yang berarti dalam upaya pembangunan daerah,“ kata Nurdin Abdullah.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Gubernur menambahkan, pemerintah pada dasarnya mengalami permasalahan data. Karenanya, konferensi penginderaan jauh dan geospasial menjadi kebutuhan untuk mengatasi persoalan data yang dialami pemerintah.
“Kalau kita salah data, maka akan salah mengambil kebijakan. Jadi konferensi ini penting sekali. Oleh karena itu saya mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi acuan kita dalam perbaikan Indonesia kedepan,” ucap Nurdin Abdullah.
Kegiatan ICOIRS 2018 kali ini diisi dengan acara pameran yang menghadirkan sejumlah lembaga dan perusahaan yang bergerak di bidang pemetaan. Lembaga dan perusahaan tersebut memamerkan sejumlah produk, diantaranya peta digital, drone, dan teknologi aplikasi pemetaan lainnya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Selain itu, ICOIRS 2018 ini dirangkaikan dengan workshop GIS dan Kebencanaan, yang telah dilaksanakan sejak Senin kemarin, dan diikuti oleh peserta dari daerah dan tentunya para Mahasiswa.
Konferensi internasional ini dhadiri sekitar 200 perserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Para peserta konferensi nantinya akan mengikuti sesi diskusi pararel yang terbagi enam kelompok.
Masing-masing kelompok akan membahas dan mengulas berbagai isu dan topik terkini yang terkait dengan pemetaan dan sistem informasi geospasial (GIS). Karya ilmiah para peserta juga nantinya akan dimasukkan dalam jurnal beruputasi nasional dan terindeks scopus.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
(Syaiful)
