REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Siti Husniah Talenrang menilai, pelaksanaan Semarak Dzulhijjah 1446 Hijriah yang dilaksanakan Muslimah DPD Wahdah Islamiyah (WI) Kabupaten Gowa merupakan bahan refleksi pada sejarah kenabian.
“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk merefleksi peristiwa besar dalam sejarah kenabian. Dalam kegiatan ini kita diajak untuk merenungkan kembali keutamaan bulan tersebut, khususnya semangat berkorban yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail,” ungkapnya, dalam kegiatan, di Masjid Agung Syekh Yusuf, Minggu (25/05/2025).
Menurut Husniah, Dzulhijjah adalah bulan puncak pelaksanaan ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, dan juga saat umat Islam melaksanakan ibadah kurban. Sehingga, momentum tersebut dijadikan upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan yang dianjurkan. Mulai dari, melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, melaksanakan ibadah kurban, melaksanakan puasa arafah, peduli kepada sesama, mendirikan shalat, dan berzikir.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Semoga dengan semarak Dzulhijjah ini, kita semua dapat meraih kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT,” harapnya.
Sementara, Ketua Muslimah DPD WI Kabupaten Gowa, Syamsiah Nur menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gowa. Pihaknya pun siap membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah untuk program-program keislaman dan sosial yang digagas Muslimah DPD WI Kabupaten Gowa.
“Kami memiliki program pembinaan rohani di sekolah-sekolah dari tingkat SD hingga SMA, termasuk pondok pesantren dan TK/TPA,” ujarnya.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Ia menambahkan bahwa setiap tahun, Wahdah Islamiyah menyalurkan hingga 10 ribu paket buka puasa ke seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat dukungan para ibu-ibu dan sinergi bersama pemerintah.
“Kedepannya, kami juga merintis pembangunan rumah bersalin. Kami sadar, sebaik apapun program yang kami buat, tidak akan berjalan tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah,” tutup Syamsiah.
