REPUBLIKNEWS.CO.ID, JENEPONTO — Kenaikan harga gas elpiji non subsidi 12 kg berdampak pada usaha kuliner di Kabupaten Jeneponto.
Hal ini dirasakan seorang pengusaha warung kuliner, Nur kayla pemilik, Rumah Makan (RM) Dapur Kayla di Kecamatan Tamalatea.
Nur Kayla mengatakan harga gas elpiji nonsubsidi 12 kg kini telah mengalami kenaikan harga yang sebelumnya Rp198 ribu, kini mencapai Rp223 ribu.
Baca Juga : Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-177, Wabup Jeneponto Sampaikan Amanat Seragam RI
Dari perselisihan harga gas elpiji 12 kg non subsidi dari sebelumnya kisaran Rp 25 ribu.
Dia membeberkan jika harga gas elpiji non subsidi sudah ketiga kalinya naik mulai Februari, April dan sekarang Juli naik.
“Naik Rp 25 ribu. Dari harga sebelumnya hanya Rp198 ribu sekarang menjadi Rp 223 ribu,” katanya, Selasa (19/07/2022).
Baca Juga : Bupati Jeneponto Terima Audiensi Unhas, Bahas Terkait Program KKN Profesi Kesehatan
Dia mengaku hal tersebut sangat memberatkan. Sebab, kenaikan dari agen saja Rp25 ribu. Apalagi yang di toko biasa.
Meski demikian, ia mengaku sangat tak memungkinkan menaikkan harga makanan jualannya.dikarenakan akan berpengaruh terhadap konsumennya.
Ia pun hanya berinisiatif untuk mengurangi porsi untuk mengimbangi kenaikan harga gas elpiji tersebut.
Baca Juga : Dibuka Presiden RI, Bupati Jeneponto Ikuti Panen Raya Padi Serentak 14 Provinsi
“Untuk mesiasati kenaikan harga gas elpiji jalan satu-satunya mengurangi porsi makanan. Karena jangan sampai kalau kita naikkan harga makanan, pembeli mengeluh juga dan berkurang pembeli,” ujar Fahmi.
Ia pun berharap agar pemerintah bisa memberi keringanan dengan menunda kenaikan gas non subsidi ini.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto Manrancai Salli menyebut, harga tabung gas elpiji nonsubsidi naik.
Baca Juga : Pemkab Jeneponto Segera Cairkan THR Untuk ASN Dalam Waktu Dekat
“Harga sekarang tabung elpiji 5,5 kg Rp 104 ribu Sedangkan tabung 12 kg Rp 215 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, harga gas elpiji sebelumnya variatif baik itu di pangkalan dan eceran.
“Harga pangkalan variatif sebelum kenaikan tabung gas ukuran 5,5 kg Rp 93 sampai 100 ribu. Kalau gas elpiji 12 kg Rp 195 sampai 205 ribu,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Jeneponto Segera Cairkan THR Untuk ASN Dalam Waktu Dekat
Meski demikian, stok gas elpiji di Jeneponto diklaim masih aman.
