REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Koalisi Ojol Nasional (KON) yang terdiri 295 komunitas mitra pengemudi ojol dari seluruh Indonesia secara tegas menyatakan tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang digelar Selasa (20/5/2025).
Keputusan tersebut diambil guna menghindari adanya indikasi gerakan politisasi ojol untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Presidium KON, Andi Kristianto. Menurutnya, kadang ada pihak yang ikut mendompleng pada isu-isu driver ojol demi kepentingan tertentu tanpa memahami kondisi nyata ojol di lapangan.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Makanya kami putuskan tidak ikut demo pada 20 Mei karena kami tidak ingin suara driver disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu diluar kepentingan ojol. Perjuangan kami murni untuk kesejahteraan ojol dan harus tetap fokus pada solusi konkret,” tegas Andi Kristianto.
Menurutnya, jika berbicara terkait kesejahteraan pengemudi ojol, maka pihak yang harus dilibatkan adalah komunitas ojol itu sendiri bukan pihak yang tak punya kaitan langsung dengan dunia pengemudi.
“Kalau mau bahas nasib driver, bicara langsung dengan kami. Jangan membuat keputusan tanpa suara dari kami,” tambahnya.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Andi juga menegaskan bahwa para pengemudi sepenuhnya sadar bahwa hubungan kerja mereka dengan aplikator bersifat kemitraan, bukan hubungan kerja sebagai buruh. Namun, ia menekankan pentingnya kehadiran regulasi yang memperkuat posisi driver agar tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian.
“Kami tidak menuntut status jadi buruh atau karyawan, tapi kami butuh aturan yang memastikan kemitraan ini adil dan menguntungkan untuk semua pihak serta melindungi kami,” tegasnya.
Menurut Andi, KON menilai bahwa jalan terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan pengemudi adalah
melalui dialog terbuka dan penyusunan regulasi yang jelas.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Oleh karena itu katanya, KON mengajak semua pihak termasuk pemerintah, perusahaan aplikasi, dan masyarakat sipil untuk rembukan melibatkan komunitas pengemudi ojol secara langsung dalam proses penyusunan regulasi kemitraan digital yang adil dan sesuai dengan cara kerja ojol saat ini.
“Kami lebih memilih jalur dialog dan advokasi kebijakan. Itu sikap kami,” demikian Andi. (*)
