REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang memaparkan keberhasilan implementasi program Gowa Sejahtera atau Gowa Masunggu dalam upaya menekan angka masyarakat miskin ekstrem.
Salah satunya terkait upaya intervensi pemerintah daerah dalam menurunkan angka Keluarga Miskin Ekstrem (KME) lewat ketahanan pangan. Hal ini dipaparkan saat menjadi narasumber dalam Sharing Knowledge Desa Berketahanan Pangan dan Iklim, Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).
Pertemuan nasional ini dilaksanakan Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDT, di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Kabupaten Gowa sejak kami dilantik langsung berfokus terhadap Program 100 Hari Kerja yang salah satu prioritasnya adalah Gowa Masunggu. Dimana berkat program ini Alhmadulillah angka miskin ekstrem di Gowa mengalami penurunan signifikan,” ungkapnya, dalam pertemuan, Kamis, (12/06/2025).
Dirinya menyebutkan, salah satu intervensi yang dilakukan yakni melalui ketahanan pangan. Dimana dalam program ini, SKPD selaku orang tua asuh (OTA) turun langsung melakukan pendampingan dan pendekatan ke masyarakat terkait kebutuhan atau intervensi yang cocok bagi KME.
Misalnya, program ketahanan pangan seperti di sektor pertanian dengan memberikan 50 polybag tanaman cabai per keluarga. Kemudian, di sektor peternakan, pemerintah daerah memberikan 14 ekor itik atau ayam dan 1 kambing per keluarga.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Sedangkan pada sektor perikanan ada budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Dengan intervensi ini kita mampu meningkatkan pendapatan KME yang menjadi sasaran, karena bantuan intervensi tersebut akan menjadi sumber penghasilan baru,” jelasnya.
Sementara, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan mengaku kehadiran Bupati Gowa sebagai salah satu narasumber pada pertemuan nasional ini karena dinilai berhasil dalam bidang tersebut. Khususnya melalui Program 100 Hari Kerjanya bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin.
“Keberhasilan beliau di program ini karena salah satu intervensinya adalah bantuan peningkatan pendapatan masyarakat miskin melalui bantuan pertanian, peternakan dan perikanan. Keberhasilan tersebut dipandang sebagai praktik baik yang layak disharing ke daerah lain,” jelasnya.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Ditempat yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto meminta agar masyarakat desa di tanah air mampu membudayakan gerakan menanam untuk mewujudkan ketahanan pangan dan iklim.
Menurutnya, gerakan menanam tidak mesti dilakukan oleh masyarakat desa di lahan yang luas tapi mampu dimulai dengan gerakan menanam di perkarangan depan rumahnya.
“Gerakan menanam tidak hanya bermanfaat membantu warga memenuhi kebutuhan pangan dan mewujudkan desa berketahanan pangan, tetapi juga bermanfaat memperbaiki iklim. Gerakan menanam yang berpotensi memperbaiki iklim di antaranya adalah gerakan menanam pepohonan,” terangnya.
