0%
logo header
Sabtu, 30 Agustus 2025 19:26

Husniah Talenrang Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gowa Tetap Jaga Kondusivitas

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dan pemuda di Kedai Almaidah, Sungguminasa, Sabtu (30/08/2025) sore tadi. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dan pemuda di Kedai Almaidah, Sungguminasa, Sabtu (30/08/2025) sore tadi. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dan pemuda di Kedai Almaidah, Sungguminasa, Sabtu (30/08/2025) sore tadi.

Pertemuan ini digelar sebagai ruang dialog terbuka menyusul seruan aksi untuk memprotes pemerintah atas respon aksi yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia.

Ia menyusun pertemuan ini untuk menghindari terjadinya aksi anarkis seperti yang terjadi di kota-kota lain beberapa hari terakhir. Melalui kesempatan tersebut, dirinya menegaskan pentingnya menjaga suasana kondusif di Kabupaten Gowa demi keberlangsungan pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat yang aman.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Saya menerima sejumlah perwakilan mahasiswa dan pemuda untuk datang berdialog mengenai situasi terkini. Pertemuan ini menjadi wadah mendengarkan aspirasi generasi muda sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga Gowa tetap damai dan aman,” tegasnya.

Bupati Gowa menyampaikan bahwa aksi protes adalah bagian dari dinamika demokrasi, namun harus dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas. Ia menekankan bahwa Kabupaten Gowa memiliki tradisi gotong royong dan budaya sipakatau yang harus terus dijaga agar tidak ternodai oleh tindakan anarkis.

“Perbedaan pendapat itu wajar, tapi mari kita jaga cara menyampaikannya agar tidak melukai satu sama lain. Karena kita memegang prinsip yang sama. Mannamo ronrong linoa, gesara’ butta maraeng. Tau Gowayya Siama’-ama’ tonji. A’bulo sibatang, accera’ sitongka-tongka,” ujar Bupati Gowa.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan dan mitra kritis pemerintah untuk memberi contoh positif dalam menyuarakan gagasan. Menurutnya, ruang diskusi selalu terbuka lebar, baik melalui forum resmi pemerintahan maupun melalui kegiatan kolaboratif yang bisa dirancang bersama.

“Mahasiswa dan pemuda adalah mitra strategis dan kritis pemerintah. Suara dan ide-ide mereka sangat dibutuhkan, tapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat. Hindari provokasi,” kata Bupati.

Husniah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap kritik dan masukan. Namun, ia berharap setiap perbedaan pandangan dapat dikelola dengan komunikasi yang sehat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Gowa adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan tindakan yang merugikan justru memecah persatuan yang sudah terbangun. Assamaturu’ki ngaseng,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa dan pemuda juga menyampaikan aspirasi mereka, mulai dari isu sosial, pendidikan, hingga kebutuhan ruang-ruang dialog yang lebih sering dilakukan. Bupati menyambut baik usulan tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya bersama perangkat daerah terkait.

Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang ditimbulkan akibat peristiwa yang telah menelan korbanndi Jakarta dan Makassar. Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian akan berupaya maksimal menjaga ketertiban dan memastikan situasi di Kabupaten Gowa tetap kondusif.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Kami memahami keresahan masyarakat. Atas nama kepolisian, saya menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Kami hadir di sini bukan hanya sebagai pengayom hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Gowa,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa Polres Gowa akan terus meningkatkan pendekatan persuasif dan dialogis, terutama kepada kalangan pemuda dan mahasiswa. Menurutnya, komunikasi yang baik adalah kunci untuk mencegah potensi konflik dan menciptakan suasana yang aman.

“Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan pemuda. Mari kita jadikan forum seperti ini sebagai jalan untuk mencari solusi, bukan jalan untuk menimbulkan perpecahan,” tegasnya.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Kapolres juga menekankan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda untuk memastikan Kabupaten Gowa senantiasa dalam keadaan aman dan damai.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646