REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ikut hadir dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) melalui virtual. Pertemuan tersebut untuk menyempurnakan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029.
Adnan mengatakan, Musrenbangnas RPJMN ini dilakukan untuk menyusun rencana pembangunan nasional selama lima tahun kedepan yang mengacu pada visi misi Presiden dan Wakil Presiden yaitu Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.
“Ini menjadi sangat strategis untuk melihat rancangan Indonesia sekaligus Program Prioritas Pembangunan yang akan dikerjakan dan tentunya kita akan menjadikannya sebagai pedoman untuk arah pembangunan di wilayah kita,” katanya, usai mengikuti kegiatan, kemarin.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Perencanaan Program Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat di 2026
Ia menjelaskan, ada 8 misi dalam Astacita, 17 program prioritas nasional, dan 8 program hasil terbaik cepat yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subiato dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sehingga dengan program tersebut, pihaknya akan menyelaraskan dengan program pemerintah daerah.
“Yang menjadi poin adalah bagaimana program prioritas presiden itu bisa diintegrasikan, bisa diselaraskan dengan dokumen perencanaan yang ada di daerah. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melaksanakan tahapan-tahapan, tentu di dalamnya ada tahapan musrenbangnas yang telah kita lakukan, nanti juga akan melaksanakan musrenbang hingga tingkat kabupaten,” jelasnya.
Sementara, Presiden RI Prabowo Subiato mengungkapkan, ekonomi Indonesia adalah ekonomi Pancasila, ekonomi yang berasas kekeluargaan yang berpegang teguh bahwa pembangunan harus direncanakan.
Baca Juga : Komisi E DPRD Sulsel Tindaklanjuti Polemik Pemberhentian Guru dan Rumitnya Administrasi PPPK
“Kita mengerti dan kita paham bahwa belum tentu rencana yang terbaik mencapai sasaran 100 persen, tetapi asas kehidupan bernegara mengajarkan kepada kita tanpa perencanaan kita tidak tahu arah yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu program prioritasnya yakni pemberian makanan bergizi, dimana dengan jalannya program tersebut nantinya maka diperkirakan perputaran uang di tingkat desa juga akan mengalami peningkatan yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Dengan program makan bergizi maka uang yang beredar di tingkat desa dan lurah, kabupaten bisa naik hingga 6 kali. Anggaran juga nantinya kita tambah melalui mekanisme tapi harus sampai ke sasaran,” jelasnya.
