0%
logo header
Jumat, 17 Januari 2025 09:00

Industri PVML di Sulsel Catat Kinerja Positif, Penyaluran Pembiayaan Tembus Rp19,05 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
ilustrasi pembiayaan dan perusahaan asuransi. (Dok. akseleran.co.id)
ilustrasi pembiayaan dan perusahaan asuransi. (Dok. akseleran.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja pada industri pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya atau PVML di Sulawesi Selatan menunjukkan hal positif. Khususnya pada beberapa sub sektor, seperti perusahaan pembiayaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat hingga periode Oktober 2024 secara tahunan menunjukkan kinerja positif. Jika dilihat pada beberapa sub sektor terlihat pertumbuhan yang baik.

Pertama, kinerja perusahaan pembiayaan mampu tumbuh positif. Hal tersebut terlihat dari total piutang pembiayaan yang tumbuh 12,19 persen, sehingga mencapai total penyaluran sebesar Rp19,05 triliun.

“Artinya banyak masyarakat kita yang mulai mengakses pembiayaan, misalnya untuk pembelian kendaraan bermotor, dan lainnya,” jelas Kepala OJK Sulselbar Darwisman, Jumat (17/01/2025).

Kedua, pada sub sektor pergadaian dari total pinjaman yang disalurkan juga terlihat pertumbuhan hingga 26,98 persen atau sebesar Rp7,38 triliun. Ketiga, kinerja pembiyaan modal ventura juga tumbuh 4,53 persen atau sebesar Rp383 miliar. Keempat, untuk outstanding pinjaman pada Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) berhasil tumbuh sebesar 59,80 persen.

“Hingga Oktober 2024 total pinjaman masyarakat di Fintech P2PL ini sebesar Rp1,68 triliun. Sementara, tingkat wanprestasinya mampu terjaga yakni 1,48 persen,” jelas Darwisman.

Selanjutnya, untuk di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), kondisi perkembangan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) juga menunjukkan pertumbuhan positif. Khususnya di periode Oktober 2024.

“Kalau kita lihat total piutang perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 9,62 persen atau Rp51,35 triliun,” katanya.

Kemudian, dari kinerja pembiayaan modal ventura mengalami peningkatan 19,50 persen atau Rp911 miliar, dan pembiayaan yang disalurkan pergadaian meningkat 26,90 persen menjadi Rp17,10 triliun.

Sementara itu, total outstanding pinjaman Fintech (P2PL) juga tumbuh sebesar 72,48 persen menjadi Rp4,60 triliun dengan tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 1,27 persen.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646