REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Jelang kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo (SYL), sejumlah pengusaha Sapi dan Kambing di Kabupaten Sinjai mengaku sepi peminat.
Mentan RI yang juga mantan Gubernur Sulsel dua Periode, dijadwalkan tiba di Kabupaten Sinjai pada Rabu (29/07/2020) mendatang dalam kegiatan Panen Pedet dan Lelang Sapi hasil IB.
Namun, beberapa Pengusaha hewan kurban mengaku mengalami penurunan omset hingga 30 persen jika dibandingkan Idul Adha tahun lalu (2019).
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Menurut Ilham yang ditemui Senin (27/07), penyebab lesunya penjualan hewan kurban diakibatkan
Pandemi Covid-19, sehingga
berdampak besar terhadap penjual hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H atau tahun 2020 ini.
“Penjualan hewan kurban tahun ini sangat lesu, ekonomi masyarakat tentunya belum pulih akibat pandemi Covid-19,” jelasnya.
“Tahun lalu saya mampu menjual kambing sebanyak 100 ekor, namun saat pandemi seperti ini, saya hanya mampu menjual 10 ekor kambing jelang Idul Adha,” lanjutnya.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
Dikatakan Ilham, jika tahun lalu, seminggu sebelum lebaran, hewan kurbannya sudah 70 persen terjual kepada warga maupun pihak Sekolah.
“Kurang lebih 50 ekor kambing yang tersedia, tapi sekarang baru ada 10 ekor yang sudah terjual.Harga kambing yang dijualnya bervariasi, mulai 1,5 juta hingga 3,5 juta per ekor,” pungkasnya.
Hal yang sama diungkapkan pengusaha ternak hewan sapi yang ditemui di rumah potong hewan, Rusmin, mengatakan biasanya awal syawal sudah bisa melayani 10-20 ekor sapi.
Baca Juga : Indosat Berbagi Kasih: Anak-anak Nikmati Kehangatan dan Sukacita Natal
Namun sampai menjelang 4 hari ‘H’ Idul Adha, baru 8 ekor sapinya terjual.
“Biasanya awal syawal hewan kurban saya sudah terjual sekitar 10-20 ekor, namun tahun ini betul-betul sepi pelanggan. Ini saja 4 hari jelang Idul adha baru 8 ekor yang terjual,” ungkapnya lesu.
Rusmin menuturkan, tahun lalu biasanya memesan sapi jauh-jauh hari sebelum lebaran Idul Adha. Namun karena Covid-19 ini mereka (Pengusaha) tidak ada yang memesan.
Baca Juga : Perkuat Penerapan K3, PLN UIP Sulawesi Lakukan Management Patrol di GI Punagaya
Sementara, melalui Via WhatsApp, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Aminuddin Zainuddin, membantah perdagangan hewan kurban di Sinjai Lesu. Plt Kadis Kelautan dan perikanan Sinjai itu mengatakan hewan kurban di Sinjai banyak terjual di Makasaar dan Kalimantan. “Tidak benar itu, faktanya banyak orderan (Hewan Kurban) yang masuk dari Makassar dan Kalimantan,” singkatnya. (Anto)
