REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan telah menginstruksikan agar jumlah keluarga miskin ektrim mampu mencapai nol persen sesuai dengan target pemerintah pusat. Pasalnya hingga saat ini berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) terdapat 13.078 keluarga di Kabupaten Gowa yang masih berada dalam kondisi miskin ekstrim.
Perolehan data ini dari hasil pendataan keluarga 2021 (PK21) yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
“Dengan melihat kondisi yang ada saya menginstruksikan agar perencanaan pembangunan kedepan mampu mendorong program-program yang difokuskan pada upaya mengentaskan kemiskinan ekstrim. Apalagi ini telah menjadi perhatian dan isu penting bagi pemerintah pusat hingga seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gowa,” katanya disela-sela membuka Musrenbang Tematik dengan tema “Bebaskan Keluarga dari Stunting dan Kemiskinan Ekstrim untuk Gowa Lebih Sejahtera” di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, kemarin.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Menurutnya, pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Tematik ini menjadi salah satu upaya dan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan permasalahan kemiskinan ekstrim yang ada di daerah.
Adnan menilai, pandemi Covid-19 sebagai salah satu awal penyebab terjadinya kemiskinan ekstrim di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Gowa.
“Pada pandemi Covid-19 seluruh daerah merasakan ekonomi yang tidak berjalan, inflasi yang tinggi, pengangguran yang semakin tinggi, dan PHK terjadi dimana-mana,” tegasnya.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Adnan mengaku melalui Musrenbang Tematik ini, diperlukan adanya perencanaan pembangunan yang menargetkan kemiskinan ekstrim bisa selesai dan tuntas sesuai dengan kebijakan dan target pemerintah pusat.
“Sekarang kita harus merumuskan sebuah perencanaan pembangunan dan menyusun strategi yang tepat untuk bisa menghapuskan dan juga membebaskan keluarga yang ada di Kabupaten Gowa ini dengan kemiskinan ekstrim. Salah satunya harus kerja bersama, karena kesuksesan itu bisa diraih dengan cara-cara kolaborasi,” sebutnya.
Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penghapusan kemiskinan ekstrim. Apalagi pemerintah pusat menargetkan pada 2024 mendatang angka kemiskinan ekstrim di seluruh daerah nol persen, termasuk angka prevalensi stunting sebesar 14 persen.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
“Ini sebagai upaya terpadu dan sinergi antara pemerintah daerah dan nasional untuk membebaskan keluarga dari kemiskinan ekstrim untuk Gowa lebih sejahtera yang diharapkan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan rancangan rencana kerja pemerintah Kabupaten Gowa 2024 mendatang,” tutupnya.
