REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Kampung Rewako Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, menjadi program yang dimasukan dalam penilaian program I-Sim for Regencies 2023. Program Kampung Rewako ini ditunjuk sebab menjadi kluster ekonomi terpadu berbasis potensi lokal.
Ketua Tim Verifikator Angelina Pikki Silolo mengatakan, Kabupaten Gowa menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, dan 103 kabupaten di Indonesia yang mengikuti penilaian program I-Sim for Regencies 2023.
“I-Sim for Regencies merupakan program inisiatif berskema rating dan awarding untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi ekosistem Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat kabupaten,” katanya di sela-sela melakukan penilaian lapangan, kemarin.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Munafri Siapkan Solusi Permanen dan Konkret
Program tersebut merupakan kolaborasi antara PT Surveyor Indonesia (PTSI), Bappenas, APKASI dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). Dalam proses penilaiannya saat ini sudah memasuki tahap verifikasi dan validasi data yang dilakukan di 12 kabupaten, termasuk di Kabupaten Gowa.
Lanjutnya, penilaian lapangan dan validasi data ini hanya dilakukan di 12 kabupaten di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Gowa. Program ini menjadi wadah saling belajar dan berbagi pengalaman antarkabupaten mengenai upaya pencapaian program SDGs pada 2030 mendatang.
“Setelah penilaian rampung, penganugerahan bertajuk SDG Annual Conference 2023 dijadwalkan digelar pada November 2023 mendatang. Hasil I-SIM nantinya dapat menjadi acuan dan rekomendasi dalam penyusunan rencana strategis daerah (RAD),” terangnya.
Baca Juga : Dari Kepedulian Jadi Aksi, Sandiana Soemarko Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh
Sementara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Abdul Karim Dania menyampaikan rasa bangganya karena Kabupaten Gowa berhasil masuk dalam penilaian itu. Menurutnya, hal ini dapat menjadi motivasi dalam mendukung target pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Kabupaten Gowa.
“I-Sim for regencies 2023 adalah kegiatan yang dapat mendorong peningkatan kapabilitas pemerintah kabupaten terhadap standar daerah yang berkelanjutan secara internasional,” katanya.
Lanjutnya, Kabupaten Gowa telah mendorong dan berkontribusi terhadap upaya pencapaian TPB sebesar 63 persen dari indikator yang telah dilaksanakan dan telah mencapai target nasional.
Baca Juga : Fokus Solidkan Kader, NH Sarankan Plt Ketua Golkar Sulsel Tak Buru-buru Gelar Musda
“Kami percaya bahwa pencapaian ini diperoleh data adanya komitmen dan kerjasama lintas sektor,” ungkapnya.
Lanjutnya, pelaksanaan pencapaian tujuan berkelanjutan diatur dalam Perpres Nomor 111 tahun 2020 yang mengatakan pemerintah daerah terlibat dalam penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi rencana aksi daerah TPB. Sebab, pemerintah daerah adalah salah satu faktor penting dalam ketercapaian TPB di 2030 mendatang.
“Yang perlu disadari bersama bahwa sebagai garda terdepan, pemerintah daerah tidak mungkin bergerak sendiri, namun kolaborasi multi pihak adalah kunci penting dalam pencapaian TPB,” tambahnya.
Baca Juga : Warga Gowa Diminta Waspadai Curah Hujan Tinggi
Olehnya ia berharap, TPB ini bukanlah sekadar sebuah agenda global, tetapi sebuah komitmen yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tingkat lokal. Sehingga, dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk memastikan setiap sektor mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat sipil, turut serta dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Diharapkan pelaksanaan verifikasi dan validasi lapangan ini dapat berjalan dengan lancar dan menjadi ajang produktif, serta inspiratif. Semoga kabupaten Gowa bisa mempersembahkan yang terbaik untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan di tingkat Internasional,” harapnya.
Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gowa, Sujjadan saat memaparkan capaian atau komitmen dalam pelaksanaan SDGs atau TPB di Kabupaten Gowa, menyampaikan, salah satu program unggulannya adalah Inovasi Kampung Rewako sebagai kluster ekonomi terpadu berbasis potensi lokal.
Baca Juga : Warga Gowa Diminta Waspadai Curah Hujan Tinggi
“Program ini menghasilkan berbagai goals seperti tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, kesetaraan gender, pekerjaan layaj dan pertumbuhan ekonomi, berkurangmya kesenjangan, kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab,” jelasnya.
