REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) bersama Pemerintah Kabupaten Gowa membahas tindaklanjut rencana pembangunan replika Istana Balla Lompoa di Cape Town, Afrika Selatan.
Hal ini pun dibahas dalam pertemuan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang bersama Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T. D. Renoastuti dan jajarannya, di sela-sela kunjungannya, di Museum Istana Balla Lompoa.
Dalam pertemuan tersebut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ratnawati, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa Ikbal Thiro, dan beberapa lainnya.
Baca Juga : DPW Perempuan Bangsa PKB Sulsel Perkuat Pemberdayaan dan Pengawalan Masalah Sosial
Husniah Talenrang mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan replika Istana Balla Lompo di Afrika Selatan. Keseriusan dari pemerintah pusat ini patut diapresiasi, sebab upaya ini menjadi bentuk dukungan dalam pelestarian budaya lokal daerah ke tingkat internasional.
“Replika Istana Balla Lompoa di Cape Town bukan sekadar bangunan, tapi simbol kerinduan diaspora dari Kabuaten Gowa yang sulit kembali ke tanah leluhur. Ini adalah jembatan emosional dan budaya,” ujarnya, saat menerima kunjungan Kemenbud RI, Senin, (11/08/2025).
Ia mengungkapkan, sebagai tahap awal, pihaknya telah menyiapkan anggaran pembangunan untuk replika tersebut. Selain itu, pembangunan replika Istana Balla Lompoa membutuhkan proses yang cukup panjang karena menggunakan bahan utama kayu berkualitas tinggi. Sehingga diharapkan pemerintah pusat dapat melanjutkan estafet pembangunan tersebut hingga rampung.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Presiden di Rakornas 2026
“Kami tidak pesimis. Jika belum bisa selesai tahun ini, kami harap minimal ada peletakan batu pertama sebagai tanda keseriusan pemerintah daerah. Semoga proses ini bisa menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengangkat budaya lokal ke panggung dunia,” tegas Bupati Gowa.
Sementara, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Endah T. D. Renoastuti menekankan pentingnya peran budaya dalam diplomasi global di era digital saat ini.
Menurutnya, teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dapat menjadi alat pemersatu atau justru menjauhkan jika tidak digunakan dengan bijak.
Baca Juga : Produksi Gabah Kering Panen Sidrap Naik di 2025, Hasilkan Rp4,51 Triliun
“Teknologi bisa mendekatkan, tapi juga menjauhkan. Maka kehadiran fisik tetap penting, terutama untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Endah mengatakan, program ini menjadi momentum besar di tahun ini maupun tahun depan. Sebab ada beberapa agenda yang menjadi momen penting untuk dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan replika Istana Balla Lompoa di Cape Twon Afrika Selatan.
Antara lain, bertepatan dengan pelaksanaan Group of Twenty (G20) dan rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Afrika Selatan, termasuk menjadi peringatan 400 tahun Hari Lahir Syekh Yusuf, salah satu tokoh besar asal Gowa yang berpengaruh di Afrika Selatan.
“Momentum ini sangat strategis. Kita bisa memberikan kontribusi budaya dari Indonesia, khususnya Gowa, kepada masyarakat diaspora dan masyarakat Afrika Selatan,” lanjutnya.
Ia melanjutkan, Kementerian Kebudayaan, akan memberikan dukungan dalam berbagai bentuk hingga kolaborasi dengan sektor swasta. Pasalnya, proyek replika Istana Balla Lompoa ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia dan menjadi penghormatan atas jasa Syekh Yusuf sebagai tokoh penyebar Islam dan pejuang kemerdekaan di Afrika Selatan.
Kehadiran replika ini diharapkan mampu menjadi pusat interaksi budaya, edukasi, dan simbol koneksi sejarah antara Indonesia dan Afrika Selatan.
“Kami telah membentuk Dewan Pengatur Museum dan Cagar Budaya, yang juga melibatkan pengusaha dan pecinta budaya. Mereka siap mendukung pelestarian budaya Indonesia, termasuk di luar negeri,” tegas Endah.
