REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kepala Daerah se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi Indonesia (AKKOPSI) menandatangani Deklarasi Makassar sebagai komitmen satu suara tuntaskan sanitasi sekaligus mendorong gerakan nasional dan upaya bersama untuk pembangunan sanitasi di Indonesia.
Komitmen lainnya yaitu bersama-sama mewujudkan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) 100 persen di daerah masing-masing. Deklarasi tersebut berlangsung di The Rinra Hotel Makassar, Selasa (12/02/2019).
Deklarasi Makassar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Advocacy and Horizontal Learning (AHL), Menuju ODF Provinsi dan pengelolaan Air Limbah Domestik yang Aman-Penerapan Sanitasi Skala Kabupaten/Kota yang Inklusif.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Dalam acara ini, hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro sebagai pembicara kunci.
Sementara itu, ketua umum AKKOPSI sekaligus wali kota Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto berharap Advocacy and Horizontal Learning (AHL) dapat membangun momentum dan memperkuat komitmen bersama, sekaligus sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman antar daerah untuk mencapai target nasional maupun daerah masing-masing yang didalamnya termasuk pengelolaan air limbah domestik yang aman.
“Sanitasi menyangkut kehidupan dasar masyarakat banyak. Deklarasi Makassar adalah gerakan tersistem yang gaungnya untuk seluruh negeriā ujar Danny Pomanto.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Sementara itu, di sesi pleno Horizontal Learning, Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X berbagi pengalaman sebagai provinsi ODF.
sedang di sesi diskusi panel, Bupati Pringsewu, Bupati Sumbawa Barat, dan Walikota Surakarta berbagi pengalaman sebagai Kabupaten ODF yang menjalankan pengelolaan sanitasi yang aman dalam skala kota.
(Syaiful)
