0%
logo header
Rabu, 24 Mei 2023 09:40

Ketua MUI Makassar Dorong Format Khutbah Jumat Wajib Ada

Chaerani
Editor : Chaerani
Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar Syekh AG. KH. Baharuddin saat menghadiri Bedah Buku Kumpulan Khutbah Jumat "Pondasi Iman dan Ibadah" dengan tema "Mencari Format Khutbah Jumat Yang Ideal", kemarin. (Dok. Istimewa)
Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar Syekh AG. KH. Baharuddin saat menghadiri Bedah Buku Kumpulan Khutbah Jumat "Pondasi Iman dan Ibadah" dengan tema "Mencari Format Khutbah Jumat Yang Ideal", kemarin. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Syekh AG. KH. Baharuddin mendorong agar khutbah jumat sebaiknya memiliki format terlebih dahulu.

Hal ini diungkapkan saat menghadiri Bedah Buku Kumpulan Khutbah Jumat “Pondasi Iman dan Ibadah” dengan tema “Mencari Format Khutbah Jumat Yang Ideal”. Kegiatan ini diselenggarakan Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan MUI Kota Makassar.

KH. Baharuddin mengatakan, khutbah itu adalah bagian dari shalat ibadah Jumat, artinya tidak sah Jumat tanpa adanya khutbah. Selain itu khutbah merupakan pengganti dua rakaat sholat Dzuhur karena khutbah itu sangat penting tetapi isunya ini yang perlu di buatkan format artinya tidak sama dengan ceramah biasa.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Kalau khutbah itu tidak boleh seenaknya saja apalagi mau melucu-lucu, perlu adanya format yang betul, karena khutbah itu menyempurnakan ibadah,” katanya dalam kegiatan, kemarin.

Pada Bedah Buku dan Diskusi Publik dihadiri perwakilan MUI Kecamatan se Kota Makassar dilaksanakan berdasarkan program yang dicetuskan dalam rapat kerja MUI Kota Makassar.

Lanjut KH. Baharuddin, khutbah ada syarat-syaratnya, ada rukun-rukunnya. Jika ada orang biasanya menganggap khutbah dan membacanya sebagai ceramah biasa, maka menurut Mazhab Imam Syafi’i itu tidak sah.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Makanya itu perlu memang ada format tertentu, faktor itulah sehingga di adakan pada hari ini untuk mencerahkan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Makassar mewakili Wali Kota Makassar Andi Bukti Djufrie, mengapresiasi kegiatan ini dan menganggap menjadi bagian yang sangat penting dalam memberikan khutbah Jumat. Dimana khutbah Jumat merupakan elemen yang signifikan dalam pelaksanaan rangkaian ibadah salat Jumat.

“Seorang khatib adalah penyambung lidah Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menjadi pemimpin jamaah salat Jumat meski pun hanya sementara,” terang A. Bukti.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Bedah buku ini juga lanjut Andi Bukti, dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan budaya literasi dan menambah pengetahuan dalam melakukan siar Islam.

Sementara Prof. Hamdar, menilai khutbah harus punya standar, khutbah merupakan kegiatan keagamaan meningkatkan kualitas spiritual mendekatkan diri kepada Allah SWT jadi bukan sekedar kegiatan yang dilaksanakan begitu saja tapi bagaimana pesan-pesan keagamaan itu menyentu hati jama’ah kemudian ada peningkatan ilmunya, peningkatan ibadahnya peningkatan perilaku kearah yang lebih positif itu.

“Khutbah Jumat itu beda dengan ceramah tarwih yang orang bisa bicara yah tanpa tema yang jelas, dan tegas, khutbah itu harus terarah, singkat tapi ada pesan yang bisa di sampaikan dan itu menyentuh hati itu yang paling penting untuk meningkatkan iman kepada Allah SWT. juga mengingatkan materi khutbah sebaiknya dipersiapkan dengan baik berdasarkan pertimbangan kajian agama dan isi aktual, tutup Prof Hamdar

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Hadir sebagai narsum bedah buku yakni, Prof. Rusdi khalid, Ketua Komisi Fatwa MUI Sulawesi Selatan dan Usman Jasad.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646