0%
logo header
Selasa, 14 Januari 2025 10:05

Kinerja Industri Jasa Keuangan Sulsel Stabil dan Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Kantor OJK Sulselbar Darwisman (kiri). (Dok. Humas OJK Sulselbar)
Kepala Kantor OJK Sulselbar Darwisman (kiri). (Dok. Humas OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai kinerja industri jasa keuangan utamanya di Sulawesi Selatan masih terjaga stabil dan positif. Sehingga, dapat terus mendukung perekonomian di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global dan domestik.

Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengungkapkan, stabilitas sektor jasa keuangan yang masih baik ini pun terlihat dari pertumbuhan dari aktivitas sektor jasa keuangan. Mulai dari perbankan, akselerasi kredit, pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK).

Selain itu tak terkecuali perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP), serta lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Aset perbankan kita di Sulawesi Selatan pada 2024 tumbuh 8,38 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp204,55 triliun. Hal yang sama juga terlihat di sektor bank syariah, di mana total asetnya sebesar Rp16,50 triliun atau tumbuh 20,42 persen,” ungkapnya, dalam keterangannya, kemarin.

Kemudian, pada realisasi kredit kepada UMKM di Sulawesi Selatan juga memperlihatkan pertumbuhan buh sebesar 2,84 persen secara tahunan atau sebesar Rp61,99 triliun. Di mana dengan share sebesar 38,47 persen dari total kredit yang disalurkan bank umum di Sulawesi Selatan.

Di sektor pasar modal menunjukkan jumlah investor yang juga tumbuh. Berdasarkan total SID investor pasar modal di Sulawesi Selatan pada posisi November 2024 mencapai 396.584 SID atau tumbuh sebesar 27,17 persen secara tahunan. Adapun nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan sampai dengan November 2024 sebesar Rp19,62 triliun.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Capaian ini meningkat 17,76 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu,” ujar Darwisman.

Di sisi perkembangan sektor PVML di Sulawesi Selatan posisi Oktober 2024 juga menunjukkan kinerja positif pada beberapa subsektor. Mulai dari pembiayaan, modal ventura, industri fintech, dan pergadaian.

Selain itu, pada perkembangan sektor PPDP di Sulawesi Selatan posisi Oktober 2024 juga menunjukkan kinerja positif secara keseluruhan. Untuk kinerja perusahaan penjaminan mampu tumbuh 6,47 persen, sehingga mencatatkan total penjaminan sebesar Rp735 Miliar.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Selain itu, total aset dana pensiun juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,44 persen menjadi Rp1,61 triliun, serta total penjaminan yang tumbuh 6,47 persen menjadi Rp735 miliar.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646