REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Beragam koleksi-koleksi yang dimiliki Museum Balla Lompoa, di Jalan Wahid Hasyim, Kota Sungguminasa dinilai memberikan gambaran kuat tentang Kejayaan Kerajaan Gowa dari masa ke masa.
Hal ini pun menjadi kekaguman tersendiri bagi para wisatawan yang datang berkunjung melihat langsung sejumlah koleksi yang ada. Salah satunya yang dikenang salah satu pengunjung asal Kota Makassar, Ashrawi Muin.
“Koleksi yang dipamerkan di dalam museum cukup menarik. Beberapa peninggalan sejarah seperti pakaian kebesaran, senjata tradisional, dan alat-alat kerajaan mampu memberi gambaran tentang bagaimana kejayaan Kerajaan Gowa di masa lalu,” ungkapnya, usai mengunjungi Musuem Balla Lompoa, kemarin.
Baca Juga : Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren, LAZ Hadji Kalla Kembangkan Unit Usaha di Ummul Qurra
Rawi yang kesehariannya bekerja di perusahaan swasta di Makassar menilai, dari koleksi-koleksi sejarah dan budaya Kabupaten Gowa ini pun mampu menjadi media edukasi yang kuat. Terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal lebih dalam sejarah dan budaya Gowa.
“Koleksi-koleksi yang ada disini (dalam museum) harus dirawat dengan baik. Sebab ini pasti hanya dimiliki Kabupaten Gowa, jika ini terawat maka semua orang bisa melihat seperti apa sejarah panjang Kerajaan Gowa hingga saat ini,” tegasnya.
Setelah dirinya berkunjung, dirinya juga mengapresiasi atas upaya pelestarian yang telah dilakukan pengelola Museum Balla Lompoa di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa. Misalnya, secara visual, bangunan utama tampak lebih terawat, struktur rumah panggung khas Kerajaan Gowa ini terlihat kokoh dan bersih.
Baca Juga : Putra Sulsel Hasrul Hasan Didaulat Nakhodai KPI Pusat Periode 2026-2029
“Lingkungan sekitar pun tampak sangat tertata rapi dan asri. Kalau upaya perawatan, menurut saya sejauh ini patut dihargai, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi,” terangnya.
Misalnya tambah Rawi, salah satunya adalah sistem informasi mengenai penjelasan tentang koleksi masih terbatas, sebagian label terlihat usang atau kurang informatif.
“Akan lebih menarik jika ada multimedia interaktif. Tapi sejauh ini ada kurator yang bisa memberikan penjelasan lebih hidup. Tapi kalau dari segi fasilitas untuk wisatawan sudah bagus,” katanya.
Baca Juga : Sukses Raih Total 16 Medali, UPTD SMPN 24 Sinjai Ukir Sejarah Juara Umum Lomba HUT RI ke-81
Sementara, untuk area parkir di Kawasan Museum Balla Lompoa dinilai juga sangat luas. Kedepannya, yang perlu didorong adalah aksesibilitas untuk wisatawan kelompok lansia dan penyandang disabilitas agar perlu dipertimbangkan.
“Mungkin juga bagus kalau ada toko suvenir yang bisa menjadi tambahan menarik agar pengunjung betah lebih lama. Karena biasanya di tempat-tempat wisata bersejarah itu ada toko suvenirnya,” harapnya.
Keberadaan toko sovenir ini pun menjadi daya tarik agar wisatawan ingin terus datang ke Musuem Balla Lompoa. Hal ini mengingat bahwa zaman sekarang museum bukan lagi menjadi destinasi favorit bagi kebanyakan orang.
Baca Juga : Eksplorasi Destinasi dan Kearifan Lokal Toraja, MTBN 2026 Kembali Berlanjut di Sulsel
“Secara keseluruhan, Museum Balla Lompoa memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya, tinggal bagaimana pemeliharaan dan pengembangan fasilitasnya dilakukan secara berkelanjutan dan serius,” tegasnya.
