0%
logo header
Sabtu, 29 Juni 2024 14:53

KPPU Sidang Perdana Kasus Google, Agenda Pemaparan LDP

Chaerani
Editor : Chaerani
Suasana Sidang Majelis perdana kasus Google dengan agenda pembacaan LDP, di Ruang Sidang KPPU RI, kemarin. (Dok. Humas KPPU)
Suasana Sidang Majelis perdana kasus Google dengan agenda pembacaan LDP, di Ruang Sidang KPPU RI, kemarin. (Dok. Humas KPPU)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan sidang perdana kasus Google setelah sebelumnya ditunda lantaran belum lengkapnya administrasi dari pihak terlapor.

Sidang Perkara No. 03/KPPU-I/2024 tentang Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Penerapan Google Play Billing System kali ini dijalani dengan agenda Pemaparan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) oleh Investigator. Sidang tersebut diketuai Hilman Pujana, serta Mohammad Reza dan Eugenia Mardanugraha sebagai Anggota Majelis.

Dalam paparannya, Investigator menyampaikan bahwa telah terdapat cukup bukti atas terjadinya pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 oleh Google LLC sebagai Terlapor khususnya ketentuan yang diatur dalam Pasal 17, 19 huruf a dan huruf b, serta Pasal 25 ayat (1) huruf a dan huruf b.

Baca Juga : Dukungan PKB Menguat, Indira Buka Peluang Berpaket dengan Azhar

Google LLC yang dalam sidang diwakili oleh Kuasa Hukumnya, diduga telah mewajibkan perusahaan yang mendistribusikan aplikasinya melalui Google Play Store menggunakan Google Play Billing (GPB) System dan memberikan sanksi apabila tidak patuh dengan menghapus aplikasi tersebut dari Google Play Store. Diketahui, GBP adalah metode atau pembelian produk dan layanan digital dalam aplikasi (in-app purchases) yang didistribusikan di Google Play Store, di Indonesia.

Atas penggunaan GBP tersebut, Google mengenakan tarif layanan/fee kepada aplikasi sebesar 15-30 persen dari pembelian. Berbagai jenis aplikasi yang dikenakan penggunaan GPB tersebut, pertama, aplikasi yang menawarkan langganan (seperti pendidikan, kebugaran, musik, atau video). Kedua, aplikasi yang menawarkan digital items yang dapat digunakan dalam permainan/gim.

Ketiga, aplikasi yang menyediakan konten atau kemanfaatan, seperti, versi aplikasi yang bebas iklan. Keempat, aplikasi yang menawarkan cloud software and services, seperti jasa penyimpanan data, aplikasi produktivitas, dan lainnya.

Baca Juga : Miliki Toyota Rush Imipian, Ada Cicilan Tanpa Bunga Hingga Diskon Tukar Tambah

“Kebijakan penggunaan GPB tersebut mewajibkan aplikasi yang diunduh dari Google Play Store harus menggunakan GPB sebagai metode transaksinya, dan penyedia konten atau pengembang (developer) aplikasi wajib memenuhi ketentuan yang ada dalam GPB tersebut,” terang Kepala Kepaniteraan pada Sekretariat KPPU Akhmad Muhari, dalam keterangannya, kemarin.

Google juga tidak memperbolehkan penggunaan alternatif pembayaran lain di GPB. Kebijakan penggunaan GPB tersebut efektif diterapkan pada 1 Juni 2022. Bagi aplikasi yang tidak mematuhi kebijakan tersebut akan dihapus oleh Google Play Store. Sementara, Google Play Store sendiri merupakan platform distribusi aplikasi terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 93 persen. Sehingga, atas beberapa kebijakan yang diberlakukan oleh Google LLC tersebut Investigator menganalisa adanya dampak terhadap persaingan usaha.

Terang Akhmad, investigator juga menyebut bahwa akibat perilaku Google LLC melalui kebijakan-kebijakannya, menimbulkan hambatan pasar jasa penyediaan pembayaran, hilangnya pilihan pembayaran bagi konsumen, serta adanya penurunan pendapatan developer Indonesia yang dibarengi dengan kenaikan pendapatan Terlapor.

Baca Juga : Menpan RB Terima Gelar Adat Daeng Tojeng di Musuem Balla Lompoa

Setelah mendengarkan paparan LDP dari Investigator KPPU sekaligus pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian alat bukti, Majelis Komisi akan melanjutkan persidangan berikutnya dengan agenda Penyampaian Tanggapan Terlapor terhadap LDP pada 16 Juli 2024 mendatang.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646