REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Dalam rangka mendorong minat baca masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghadirkan aplikasi perpustakaan digital atau digital library.
Bernama I-Gowa, aplikasi tersebut dapat di akses melalui playstore smartphone android.
“Sebelum aplikasi digunakan, pengguna diminta untuk mendaftar terlebih dahulu. Pendaftaran gratis dan mudah, hanya menggunakan email dan nomor telepon untuk verifikasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa Mustamin Raga, Senin (29/8/2022).
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
Lanjutnya, awal I-Gowa diluncurkan sejak 2021 lalu hanya menyediakan 200 buku. Kemudian di 2022 ini pihaknya kembali menambahkan 1200 buku.
“Sekarang total buku yang bisa dibaca ada 1.400 dalam aplikasi tersebut. Buku-buku yang ada pun beragam, mulai dari novel, buku buku resep, dan bacaan lainnya yang beragam,” ujar Mustamin.
Saat membaca buku lewat I-Gowa, akses yang diberikan hanya durasi dua hari untuk satu buku. Dimana saat diklaim untuk dipinjam, maka otomatis buku tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna lainnya, sebab dalam status pinjam. Sementara jika dalam dua hari buku belum tuntas dibaca maka secara otomatis buku kembali ke beranda untuk diakses pengguna lainnya.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
“Jadi memang harus dibaca cepat, karena jika lewat dua hari buku akan hilang di fitur pinjaman buku yang ada di aplikasi,” jelasnya.
Sementara dalam I-Gowa terdapat lima fitur yang dapat di akses pengguna. Pertama, fitur Kategori Buku yang didalamnya terdapat ribuan koleksi buku dalam format e-book. Kedua, fitur Kategori e-Pustaka yang didalamnya membagi jenis buku. Antara lain, SMA BSE yang menyiapkan 111 koleksi buku pelajaran SMA, SMP BSE yang menyiapkan 227 koleksi buku pelajaran SMP, dan SD BSE yang menyiapkan 350 buku bacaan untuk jenjang SD.
Selanjutnya fitur Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang menyiapkan ribuan buku bacaan umum yang beragam.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
Ketiga, fitur Home yang menampilkan aktivitas para member yang ada. Mulai dari member yang baru bergabung, hingga member yang meminjam buku. Keempat, fitur pinjaman buku sebagai pengingat buku yang dipinjam dan akan dibaca. Kemudian kelima, fitur aktivitas dan kotak masuk.
“Ini upaya kita bagaimana buku itu semakin mudah di akses oleh masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan buku dalam genggaman seperti I-Gowa ini,” tutupnya. (*)
