0%
logo header
Minggu, 17 Agustus 2025 22:52

Merayakan Indonesia dengan Rasa, KWT A’julu Ati Makassar Gelar Festival Kue Unik

Rizal
Editor : Rizal
Kelompok Wanita Tani (KWT) A’julu Ati Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, menggelar Festival Kue Tradisional dan berbagai lomba di Kebun Tani Tidung, Minggu (17/8/2025). (Foto: Istimewa)
Kelompok Wanita Tani (KWT) A’julu Ati Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, menggelar Festival Kue Tradisional dan berbagai lomba di Kebun Tani Tidung, Minggu (17/8/2025). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kelompok Wanita Tani (KWT) A’julu Ati Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menggelar Festival Kue Tradisional dan berbagai lomba di Kebun Tani Tidung, Minggu (17/8/2025).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, anggota wanita tani tersebut, bertepatan perayaan kemerdekaan, sejak pagi satu per satu membawa kue tradisional mereka, kemudian dihidangkan di tempat yang sudah ditentukan.

Para wanita tani itu juga tampil khas nuansa tradisional, dengan kebaya dan sarung motif tempo dulu.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Mereka menunjukkan kue buatan masing-masing, seperti barongko, sikaporo, kado bo’dong, bayam pandu, roko’roko’ dan beragam kue tradisional lainnya.

Sebagian kue itu dijual, sebagian lagi dinikmati bersama. Hasil penjualan kue akan dijadikan dana operasional untuk kegiatan sosial.

Menurut Ketua KWT A’julu Ati, Hj Marwiah Djalil, kegiatan tersebut lebih mengedepankan kebersamaan dengan memaknai suasana kemerdekaan.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Kue tradisional ini harus tetap dilestarikan. Kampung Tidung ini salah satu pusat kue tradisional,” ujarnya.

Pembina KWT A’julu Ati dan juga Dekan Fakultas FEIIS Universitas Fajar, Dr Yusmanizar mengatakan bahwa para ibu tani ini mempunyai potensi besar terutama kekompakan melakukan hal-hal kreatif.

“Kelompok wanita tani ini juga akan dibina dalam hal bagaimana memanfaatkan media sosial, bagaimana mengatur keuangan rumah tangga secara sederhana, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Festival kue tradisional ini dibuka dengan pengguntingan pita oleh Penasihat dan Pembina KWT A’julu Ati, Nur Alim Djalil yang menekankan perlunya menjaga persatuan dan kebersamaan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646