0%
logo header
Jumat, 10 Juli 2026 09:24

Muchlasin: Agen Laku Pandai Bantu Akses Keuangan Masyarakat Hingga Perdesaan

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan Sulselbar)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar secara massif memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Hal ini sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah perdesaan. Salah satu upaya preventif tersebut yaitu bagaimana mendorong masyarakat dalam memanfaatkan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan.

“Melalui keberadaan Agen Laku Pandai, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan yang disiapkan perbankan dengan sasaran masyarakat di desa,” terang Ketua OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, di sela-sela menghadiri Edukasi Keuangan, di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, kemarin.

Baca Juga : Transaksi KKI BI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Penjualan UMKM Sulsel Capai Rp1,028 M

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara OJK Sulselbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dan pemerintah setempat.

Ia menjelaskan, layanan yang disiapkan Agen Laku Pandai mulai dari pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, maupun layanan keuangan lainnya secara lebih mudah, aman, dan terjangkau. Adapun, Agen Laku Pandai di Kabupaten Sinjai terus berkembang dengan jumlah 1.403 agen. Dimana terdiri atas 1.169 Agen BRILink (BRI), 91 Mandiri Agen (Mandiri), 93 BSI Smart (BSI), dan 50 Agen46 (BNI).

“Keberadaan jaringan layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir dan desa,” harap Muchlasin.

Baca Juga : Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah

Sebelumnya, puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan diberikan edukasi keuangan, khususnya terkait cara mengelola keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan.

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Muchlasin.

Ia menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap finansial dan mampu mengelola keuangan secara bijak. Sebab, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Baca Juga : Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam edukasi keuangan tersebut, OJK Sulselbar menyamai materi yang meliputi penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. OJK memberikan pemahaman mengenai karakteristik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang agar masyarakat mampu mengenali risiko dan terhindar dari potensi kerugian finansial.

Baca Juga : Lebih Dekat dengan Rakyat, DPC Demokrat Sinjai Rayakan HUT ke-25 Bersama Warga di Desa

“Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat, khususnya keluarga nelayan, semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” harap Muchlasin.

Baca Juga : Lebih Dekat dengan Rakyat, DPC Demokrat Sinjai Rayakan HUT ke-25 Bersama Warga di Desa

Ke depan, OJK Sulselbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646