REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan diberikan edukasi keuangan, khususnya terkait cara mengelola keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan.
Edukasi Keuangan yang dilaksanakan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dipusatkan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, Kamis, (09/07/2026).
Baca Juga : LPSK Beri Perlindungan Ke Jurnalis Korban Kekerasan di Makassar
Ia menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap finansial dan mampu mengelola keuangan secara bijak. Sebab, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam edukasi keuangan tersebut, OJK Sulselbar menyamai materi yang meliputi penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga : Back To School Ala NIPAH PARK, Hadirkan Program Edukatif dan Promo Spesial
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. OJK memberikan pemahaman mengenai karakteristik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang agar masyarakat mampu mengenali risiko dan terhindar dari potensi kerugian finansial.
“Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat, khususnya keluarga nelayan, semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.
Baca Juga : OJK Sita Aset Asuransi Jiwa Prolife, Dari Bidang Tanah Hingga Saham
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan,” harap Muchlasin.
Ke depan, OJK Sulselbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
