0%
logo header
Jumat, 03 Juli 2026 11:17

Disparbud Gowa Dorong Generasi Muda Pahami Sejarah Daerah Lewat Edukasi Budaya

Chaerani
Editor : Chaerani
Disparbud Gowa menggelar Seminar Budaya di Museum Balla Lompoa yang diikuti siswa-siswi SMA di wilayah Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu. (Dok. Disparbud Gowa)
Disparbud Gowa menggelar Seminar Budaya di Museum Balla Lompoa yang diikuti siswa-siswi SMA di wilayah Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu. (Dok. Disparbud Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa terus memperkuat upaya pelestarian budaya dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai program edukasi.

Salah satunya melalui Seminar Budaya yang digelar di Museum Balla Lompoa, Kota Sungguminasa, sebagai sarana memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai budaya lokal kepada para pelajar. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SMA Negeri 14 Gowa dan SMA YAPIP Makassar.

Melalui seminar ini, para peserta diajak mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Gowa, filosofi Balla Lompoa, hingga peran Museum Balla Lompoa sebagai pusat pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah.

Baca Juga : Wabup Gowa: TPN Jadi Ruang Lahirkan Inovasi Dorong Kualitas Pendidikan

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, A. Ingga Arfandi, mengatakan pengenalan budaya kepada generasi muda bukan sekadar memenuhi materi muatan lokal di sekolah. Menurutnya, pemahaman terhadap identitas budaya menjadi bekal penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

“Mengenal budaya daerah bagi seorang siswa bukan sekadar memahami sejarah atau muatan lokal. Di era digital yang tanpa sekat ini, memahami akar budaya sendiri adalah kebutuhan dasar agar siswa tidak kehilangan arah,” ujarnya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Ia menjelaskan, seminar budaya menjadi ruang edukatif yang dirancang untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga identitas daerah. Selain memperoleh pengetahuan sejarah, peserta juga diajak melihat museum dari sudut pandang yang lebih modern dan relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.

Baca Juga : YBM PLN UID Sulselrabar Resmikan Griya Singgah Pasien Makassar, Hadirkan Hunian Gratis bagi Pasien dan Keluarga Pasien Dhuafa

Menurut Ingga, kegiatan tersebut turut mengubah persepsi sebagian siswa terhadap Museum Balla Lompoa. Jika sebelumnya museum kerap dianggap sebagai tempat yang kuno, membosankan, bahkan terkesan mistis, kini para peserta mulai melihatnya sebagai ruang belajar yang menarik, estetik, dan kaya akan nilai sejarah.

“Adanya kegiatan ini dinilai berhasil menggeser persepsi siswa dari yang awalnya menganggap Museum Balla Lompoa sebagai tempat yang kuno, membosankan, dan mistis menjadi tempat yang estetik, edukatif, dan keren untuk dikunjungi anak muda,” katanya.

Tak hanya memberikan edukasi, Disparbud Gowa juga membentuk kelompok siswa pelopor yang diproyeksikan menjadi Duta Budaya Digital di sekolah masing-masing. Para siswa ini diharapkan menjadi agen perubahan yang aktif mempromosikan Museum Balla Lompoa serta menyebarluaskan informasi mengenai sejarah dan kebudayaan Kabupaten Gowa melalui berbagai platform digital. Di antaranya, TikTok, Instagram, hingga Facebook.

Baca Juga : Tirzepatide Resmi Berizin di Indonesia, BPOM Pastikan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Terapi

Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya daerah sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum sebagai destinasi edukasi.

“Melalui seminar budaya daerah yang kami perkenalkan di SMA, kami berharap generasi muda tumbuh menjadi manusia yang berwawasan luas, namun tetap bertindak lokal dengan menjaga nilai dan identitas daerahnya sendiri,” tegas Ingga.

Melalui pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakter generasi muda, Disparbud Gowa optimistis pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan para pelajar sebagai penerus sekaligus penjaga warisan sejarah Kabupaten Gowa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646