0%
logo header
Senin, 06 Juli 2026 15:29

Pelaku Seni Belajar Sejarah Karaeng Pattingalloang di Museum Balla Lompoa

Chaerani
Editor : Chaerani
Disparbud Gowa melalui Bidang Kebudayaan menggelar Penulisan Sejarah Kerajaan Gowa bertajuk "Karaeng Pattingalloang", di Museum Balla Lompoa. Kegiatan ini dihadiri 40 peserta dari komunitas dan Sanggar Seni Gowa. (Dok. Disparbud Gowa)
Disparbud Gowa melalui Bidang Kebudayaan menggelar Penulisan Sejarah Kerajaan Gowa bertajuk "Karaeng Pattingalloang", di Museum Balla Lompoa. Kegiatan ini dihadiri 40 peserta dari komunitas dan Sanggar Seni Gowa. (Dok. Disparbud Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa melalui Bidang Kebudayaan mendorong penguatan pengenalan sejarah daerah ke berbagai kelompok. Salah satunya pada komunitas dan sanggar seni yang ada di wilayah tersebut.

Hal ini pun dilakukan dengan menggelar Penulisan Sejarah Kerajaan Gowa bertajuk “Karaeng Pattingalloang”. Pertemuan ini berlangsung di Museum Balla Lompoa pada 4 hingga 5 Juni 2026 lalu. Dimana diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan sanggar seni di Kabupaten Gowa.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Gowa, A. Ingga Arfandi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendokumentasikan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan tokoh-tokoh penting Kerajaan Gowa.

Baca Juga : Jadi Polresta Gowa, DM Harap Institusi Kepolisian Makin Presisi dan Profesional

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkaya kajian sejarah Kerajaan Gowa, khususnya mengenai sosok Karaeng Pattingalloang yang memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan, diplomasi, dan pemerintahan pada masanya,” ujarnya, dalam keterangan resminya, saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurutnya, pelibatan komunitas dan sanggar seni dalam kegiatan tersebut bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pegiat budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya Gowa.

“Kami berharap dar kegiatan ini lahir dokumentasi sejarah yang lebih komprehensif dan dapat menjadi sumber informasi bagi dunia pendidikan, penelitian, serta upaya pelestarian nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.

Baca Juga : Penanganan Scam Dari OJK Dapat Pengakuan Internasional

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfar mengungkapkan, keberadaan Museum Balla Lompoa memperkuat identitas Gowa sebagai pusat kebudayaan.

Lanjut Ary, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya dengan menjadikan Museum Balla Lompoa sebagai pusat pembelajaran sejarah dan budaya. Selain itu, museum ini juga difungsikan sebagai ruang untuk berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

“Dengan langkah tersebut, nilai-nilai warisan leluhur Gowa diharapkan tetap terjaga dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tegasnya.

Baca Juga : Luncurkan Optimalisasi SLIK, OJK Dukung Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Termasuk, di tengah pesatnya kemajuan teknologi modern, tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai sejarah lokalnya. Olehnya, menjadi hal penting untuk menjaga keberadaan museum sebagai sumber edukasi dan identitas budaya.

“Kita harus memaknai bahwa Museum Balla Lompoa bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga simbol perjalanan panjang peradaban Gowa. Karena itu, pelestarian museum menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan dari masa ke masa,” tutup Kadisparbud Gowa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646