REPUBLIKNEWS.CO.ID, Buteng – Samsia, seorang warga Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah mengaku kaget melihat fakta bahwa dirinya merupakan salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementerian Perikanan.
Kata Samsia kepada media Republiknews.co.id., selama ini dia tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut, tetapi namanya ada dalam daftar penerima BLT Perikanan.
“Saya dengar dari teman saya yang juga penerima BLT Perikanan. Dia bilang nama saya ada dalam daftar penerima BLT Perikanan, tapi selama ini saya tidak pernah tahu bahkan menerima bantuan itu,” ungkap Samsia, Rabu (03/12/2020)
Diketahui, BLT tersebut sudah berjalan selama delapan bulan dengan nominal 600 ribu per bulan yang diterima tiap tiga bulan sekali.
“Setelah saya cek di Kantor POS, yang ambil bantan itu Sekertaris Desa,” ujarnya.
Saat dia (Samsia) meminta penjelasan kepada Pemerintah Desa, BLT tersebut, katanya, sudah dialihkan kepada orang lain.
“Saya tidak masalah mau diapakan itu bantuan, tapi saya sebagai penerima yang punya hak harus diberitahukan,” pungkasnya.
Di tempat yang berbeda, Kepala Desa Terapung, Pamaruddin mengakui, Samsia adalah penerima BLT Perikanan. Dia mengatakan, alasan tidak diberikannya bantuan tersebut yaitu pihak keluarga Samsia sudah menerima BLT DD. Menurut Pamaruddin, dalam satu keluarga tidak boleh mendapatkan dua bantuan sekaligus.
“Kami sebenarnya tidak mau ambil itu BLT Perikanan, karena hampir semua yang dapat BLT Perikanan itu juga mendapat BLT DD. Takutnya ini menjadi masalah kedepannya,” katanya, melalui telpon selulernya, Jum’at (04/12/2020)
“Setelah kami konfirmasi ke Dinas Perikanan Buteng, bisa diambil itu BLT Perikanan dengan catatan harus dialihkan kepada yang lain,” sambungnya.
Sementara itu, Sekdes Terapung, Asnawang mengatakan, pengalihan BLT Perikanan tersebut selama ini tanpa konfirmasi langsung dengan Ibu Samsia. Dia menjelaskan, hal itu dilakukan karena berdasarkan hasil rapat bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.
“Hasil rapat pada saat itu, kami didesak untuk menyelesaikan BLT Perikanan hari itu juga. Jadi memang tidak sempat mau konfirmasi,” katanya.
Saat dikonfirmasi kepada siapa BLT Perikanan tersebut diberikan. Ia mengatakan tidak sedang memegang data penerimanya.
“Yang pegang masih ke Bau-Bau,” pungkas Asnawang melalui Whatsapp pribadinya. (Akbar Tanjung)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646
