0%
logo header
Jumat, 05 September 2025 12:39

OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Stabil dan Terjaga

Chaerani
Editor : Chaerani
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar. (Dok. OJK)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar. (Dok. OJK)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan tumbuh di tengah dinamika global dan domestik.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK melalui virtual.

Mahendra mengatakan, kondisi global saat ini menunjukkan arah yang lebih positif. International Monetary Fund (IMF) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 20 basis poin (bps) menjadi 3,0 persen pada 2025 dan 10 bps menjadi 3,1 persen pada 2026.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Revisi tersebut didorong oleh kebijakan front-loading menjelang kenaikan tarif, tarif efektif Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari rencana awal, perbaikan likuiditas global, serta kebijakan fiskal yang tetap akomodatif,” katanya, dalam keterangannya, kemarin.

Sejalan dengan itu, World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global 2025 tumbuh 0,9 persen, lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya yang minus 0,2 persen. Kenaikan ini terutama ditopang peningkatan frontloading impor AS.

Di Amerika Serikat, perekonomian masih stabil meski dampak kebijakan tarif mulai terlihat pada inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja. Tensi perang dagang juga cenderung mereda setelah AS menurunkan tarif lebih rendah dari rencana awal, meskipun kebijakan proteksi masih ketat terhadap negara-negara BRICS.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Sementara itu, kondisi negara utama lain bervariasi. Di Tiongkok, pemulihan ekonomi masih tertahan akibat melemahnya sentimen konsumen dan dunia usaha. Sedangkan di Eropa, pertumbuhan tetap ditopang permintaan domestik, meski sektor manufaktur mengalami tekanan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang bertahan di zona kontraksi serta turunnya produksi industri.

Perkembangan tersebut mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, yang berpotensi memperkuat pasar keuangan dan meningkatkan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, OJK menilai perekonomian masih tumbuh solid, tercermin dari kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Meski terdapat dinamika domestik dalam sepekan terakhir, dampaknya terbatas pada volatilitas pasar saham,” ujar Mahendra.

Berdasarkan asesmen OJK, kondisi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) secara umum tetap sehat, dengan tingkat likuiditas yang memadai serta didukung oleh solvabilitas yang kuat. Hal ini memastikan sektor jasa keuangan tetap resilien dalam menopang stabilitas sistem keuangan nasional.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646