REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE – Panji Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) alias Komunitas Sepeda Ontel secara resmi berkibar di Provinsi Papua Selatan untuk pertama kali di bawah kepemimpinan yang dinakhodai oleh Warto selaku Ketua Kosti Papua Selatan.
Berkibarnya panji (bendera) komunitas sepeda tua atau sepeda ontel ini dikukuhkan dengan pelantikan Pengurus Kosti Provinsi Papua Selatan periode 2023-2027 di aula Kanol Sai RRI Merauke, Sabtu (13/07/2024).
Hadir pada pengukuhan Pengurus Kosti Papua Selatan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan unsur Forkopimda Provinsi Papua Selatan maupun Kabupaten Merauke.
Dalam momen pengukuhan itu, Ketua Umum DPP Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti), Purnomo S.Rahardjo mengimbau pengurus dan anggota Hosti Papua Selatan untuk selalu terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sosial dan kemasyarakatan dengan membangun mitra dengan pemerintah daerah.
“Kita secara nasional sering adakan kegiatan-kegiatan sosial, salah sarunya seperti penggalangan dana untuk korban Gunung Semeru, bencana Cianjur dan kegiatan lain yang bersifat sosial kemanusiaan,” kata Purnomo Rahardjo dalam sambutannya.
“Dalam kita bersepeda, tidak hanya sekedar berolahraga tetapi kita menjalin persaudaraan dan kekeluargaan, sebagaimana motto kita adalah ‘Satu Sepeda Sejuta Saudara,” sambungnya.
Purnomo menyebutkan, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) lahir pada 9 Februari 2008, sehingga telah berusia 18 tahun dan melaksanakan kongres pertama di Bogor. Kosti mulanya komunitas sepeda di daerah-daerah seperti Surabaya, Kalimantan, NTB, Sumatera dan lain-lain.
Kosti selain Komunitas Sepeda Tua Indonesia secara nasional, lanjutnya, juga menjadi Uni Sepeda Internasional atau Union Cycliste Internationale yang berpusat di Perancis dengan anggota 46 negara. Secara nasional di Indonesia, Kosti sudah terbentuk di 22 provinsi dan tersebar di 125 kabupaten/kota.
“Alhamdulillah, kita sudah selenggarakan Kongres Internasional 2018 lalu dan hadir 20 negara. Nanti di tahun 2026 kita mendapat kesempatan lagi menjadi tuan rumah kongres internasional di Prambanan, Yogyakarta,” sebutnya.
“Kita di pusat sudah menjadi anggota tetap di Kormi (Komite Olahraga Rekreasi Masyakat Indonesia). Saya harapkan di daerah juga Kosti segera merapat ke Kormi, apapun persyaratannya. Dan Kita harapkan Kongres Nasional 2025 di NTB ada wakil dari Papua Selatan,” ucapnya.
Purnomo meminta kepada pengurus Kosti Papua Selatan segera melakukan pendataan jumlah anggota komunitas dan segera membentuk kepengurusan di 4 kabupaten, Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel.
“Segera menyusun program kepengurusan di Kosti. Kita di anggota Kosti ada iuran wajib satu orang Rp.20.000, sekali dalam setahun ke DPP yakni Gaduri (galang dana dua puluh ribu) untuk kesekretariatan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kosti Papua Selatan, Warto dalam sambutannya mengapresiasi dukungan pemerintah daerah baik moril maupun materiil atas terbentuknya kepengurusan Komunitas Sepeda Tua Indonesia di Papua Selatan.
Ia juga meminta dukungan dan bantuan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten untuk eksistensi dan keberlanjutan dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia di wilayah Papua Selatan dengan melibatkan Kosti pada setiap kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kami mohon pemerintah daerah, jika ada kegiatan sosial agar bisa memanggil dan melibatkan kami. Kami pasti hadir meramaikan setiap kegiatan sosial yang diadakan oleh pemerintah provinsi atau kabupaten. Selain itu juga di kegiatan Kormi, kami juga minta untuk dilibatkan,” pinta Warto.
Pj. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo yang hadir pada kesempatan itu mengajak pengurus dan anggota Kosti Papua Selatan untuk tetap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kepada pengurus dan anggota Kosti, mari kita sama-sama membangun provinsi baru Papua Selatan yang kita cinta ini. Papua Selatan ini bisa maju, butuh partisipasi kita semua dan pemerintah tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan dari seluruh komponen dan komunitas yang ada,” ajaknya.
Apolo Safanpo juga meminta Kosti Papua Selatan untuk selalu menjaga kebersamaan, persaudaraan dan kerukunan yang menjadi modal dasar terbangunnya persatuan dan kesatuan di bumi NKRI.
“Pemerintah saat ini sedang mendorong seluruh lapisan bangsa untuk membangun ketahanan nasional di segala bidang dengan mengaktifkan toleransi dan kebersamaan di peguyuban-maupun komunitas. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan di bawah payung Bhineka Tunggal Ika,” pungkas Safanpo. (*)
