0%
logo header
Senin, 04 Mei 2026 23:04

Pemanfaatan JIAT Dipacu untuk Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian di Sidrap

Rizal
Editor : Rizal
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif saat berkunjung ke lokasi JIAT bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Senin (4/5/2026). (Foto: Humas Pemkab Sidrap)
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif saat berkunjung ke lokasi JIAT bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Senin (4/5/2026). (Foto: Humas Pemkab Sidrap)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SIDRAP – Pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif ke lokasi JIAT bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, Senin (4/5/2026).

Syaharuddin Alrif meninjau langsung kondisi infrastruktur JIAT untuk memastikan sistem tersebut berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani setempat.

Baca Juga : Ewako Kapoposang BI Sulsel: Layanan Penukaran Uang Makin Dekat ke Warga Wilayah 3T Pangkep

Masih mengenakan pakaian adat setelah baru saja memimpin peringatan Hari Pendidikan Nasional, Syaharuddin juga turun langsung ke sawah untuk membajak tanah bersama petani setempat. 

Aksi tersebut dilakukan guna memberikan motivasi secara langsung agar para petani semakin bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Penerapan JIAT di wilayah tersebut dinilai sebagai salah satu percontohan terbaik di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian. 

Baca Juga : Jelang Dilantik Zulhas, Pengurus DPW PAN Sulsel Temui Gubernur Andi Sudirman

“Program ini bertujuan agar lahan yang sebelumnya tandus dapat diolah menjadi lahan produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,” terang Syaharuddin. 

Selain itu, ia mendorong petani untuk menerapkan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun. 

“Target ini menjadi bagian dari upaya mencapai produksi satu juta ton gabah guna mendukung program swasembada pangan nasional,” sebut Syaharuddin.

Baca Juga : Lewat Duta LIK, OJK Sulselbar Libatkan Anak Muda Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan

Dirinya juga menyinggung pentingnya program listrik masuk sawah sebagai penunjang operasional sistem irigasi berbasis air tanah. Ia selanjutnya mengajak para petani untuk mengubah pola kerja menjadi lebih modern dan produktif. 

“Pemerintah sudah mengurus berbagai kebutuhan. Sekarang saatnya petani mencoba dan menjalankan secara optimal,” tegas Syaharuddin.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar pertanian, mulai dari penyediaan air melalui irigasi, benih unggul seperti MB 70, Cakrabuana dan sejenisnya, ketersediaan pupuk yang lancar dengan harga terjangkau, hingga obat-obatan pertanian. 

Baca Juga : MUSDALUB DPD SP PLN UIP Sulawesi Perkuat Regenerasi dan Soliditas Serikat Pekerja

Disampaikannya pula, harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp7.300 per kilogram yang dinilai cukup menguntungkan bagi petani.

“Kita ingin petani di Sidrap menjadi lebih sejahtera, bahkan mampu menjadi petani yang mandiri dan berpenghasilan tinggi,” pungkasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646