REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Dr. Andi Suriyanto Asapa Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, kembali mengumumkan Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ahad Kemarin.
dr. Dedeth, Sapaan Akrabnya, dalam Jumpa Persnya di Posko Induk di Gedung Pertemuan Hotel Sinjai menyampaikan, terjadi penambahan 2 pasien Positif Covid-19.
“Jadi hari ini, kembali warga Sinjai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dua penambahan kasus ini merupakan kontak serumah dari pasein berinisial A (13) asal Manipi, Kecamatan Sinjai Barat. Adapun total Pasien terkonfirmasi Positif di Kabupaten Sinjai menjadi 23 orang,
Sembilan diantaranya sembuh. Sementara yang menjalani perawatan di Makassar sebanyak 14 orang.
Dari hasil pemeriksaan swab dua pasien berinisial terkonfirmasi Positif Covid-19 berinisial, (N) dan (H), dan Keduanya telah dibawah ke Makassar,” jelasnya di Media Center Gugus Tugas Covid-19 yang terletak di Jalan Persatuan Raya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Dengan adanya penambahan kasus, tentu kata dr. Dedet akan menjadi tugas berat kedepannya. Sebab, ini sudah menjadi kontak transmisi lokal.
Oleh karena itu, dia berharap kesadaran masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan.
Sementara itu, berdasarkan data statistik Covid-19, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 389. Dari jumlah itu, 322 sementara proses pemantauan dan 67 orang Selesai Pemantauan. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 233, 32 proses pemantauan dan 201 selesai pemantauan. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 22 orang, 21 telah dipulangkan.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
Bertambahnya, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Sinjai, membuat Kader dari Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai anhkat bicara.
Menurut Muh. Arfah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, seolah Pasif menangani Covid-19 diBumi Panrita Kitta. Pasalnya, kata Arfah, Kabupaten Sinjai, semakin hari kian banyak Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, sementara Pemerintah seolah fokus dipembagian Bantuan Sosial.
“Penambahan Pasien terkonfirmasi Positif Covid-19, seolah menjadi jawaban, jika Pemkab Sinjai Pasif menangani Pandemi ini,” jelasnya.
Baca Juga : Indosat Berbagi Kasih: Anak-anak Nikmati Kehangatan dan Sukacita Natal
Selama ini, kata Arfah, Pemkab Sibuk dengan pembagian Bansos, sehingga Jargon memerangi Covid-19, hanyalah bual belaka.
Belum lagi, pemkab Sinjai seakan abai melakukan sosialisasi maupun pemutusan mata rantai Covid-19 ditempat keramian.
“Buat apa menganggarkan (Penangana Covid-19) yang banyak, jika pencegahan Covid-19 seakan di abaikan. Sampai detik ini, saja, pemkab tidak pernah melakukan Rafid test di pasar-pasar tradisional maupun ditempat-tempat tertentu sebagai titik kumpul warga, malahan yang ada pemkab hanya selalu mengeluarkan imbauan yang sangat stagnan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Ironisnya, masuknya Covid-19 di Sinjai, terjadi oleh kelalaian Petugas Covid-19 diPerbatasan dengan lolosnya Klaster Temboro, kami selaku Warga Sinjai, tentunya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk bekerja secara maksimal, karna Dana anggaran Covid-19 yang digelontorkan di Sinjai tidak sedikit,” ungkapnya.
