0%
logo header
Jumat, 10 Maret 2023 21:36

Pemkab Gowa Terus Komitmen Turunkan Angka Stunting Hingga 14 Persen

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa terus melakukan upaya sebagai bentuk komitmennya dalam menekan angka prevalensi stunting sesuai dengan target nasional 14 persen. Saat ini angka pravelensi stunting di Kabupaten Gowa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang mencapai 33 persen.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pihaknya mendorong bagaimana perencanaan pembangunan kedepannya mampu menyiapkan program-program yang difokuskan pada upaya penurunan kasus stunting. Meskipun hingga saat ini pemerintah telah secara optimal melakukan hal tersebut.

“Penanganan stunting ini telah menjadi perhatian dan isu penting bagi pemerintah pusat hingga seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Gowa,” katanya, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Tak hanya itu, permasalahan stunting juga bisa hadir karena pola atau nutrisi asupan yang diberikan itu tidak tepat atau tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bahkan stunting juga erat kaitannya dengan kemiskinan.

“Permasalahan ini dibutuhkan intervensi dari pemerintah, selain kita melakukan pola strategi untuk memberantas stunting, yang paling penting adalah data tentang stunting ini harus betul-betul valid, karena jika melihat semua instansi yang ada, tidak ada satupun instansi yang tidak melakukan program pemberantasan stunting,” jelas Adnan.

Kendati demikian, meskipun seluruh pihak memiliki program dalam penanganan stunting, jika tidak terkonsolidasi dengan baik, maka akan sulit dalam memberantas persoalan tersebut. Ia pun meminta adanya konsolidasi gerakan dari seluruh instansi terkait, baik instansi vertikal maupun horizontal.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Program ada, tapi gerakan dalam memberantas stunting oleh seluruh instansi yang ada belum terkonsolidasi dengan baik, karena seandainya ini sudah terkonsolidasi maka tidak ada lagi yang namanya stunting. Jadi saya berharap musrenbang ini betul-betul melakukan konsolidasi gerakan,” harapnya.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Gowa Sujjadan mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai upaya dalam mendukung target pemerintah pusat di angka prevalensi stunting sebesar 14 persen.

“Ini sebagai upaya terpadu dan sinergi antara pemerintah daerah dan nasional untuk membebaskan keluarga dari stunting dan kemiskinan ekstrim untuk Gowa lebih sejahtera yang diharapkan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan rancangan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Gowa 2024 mendatang,” katanya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan mengungkapkan, dalam melakukan penanganan kasus stunting, pihak PKK Kabupaten Gowa telah melakukan berbagai cara. Salah satunya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita yang status gizinya rendah dan ibu hamil yang kekurangan energi kronik, di mana mereka diberikan protein hewani yang murah dan mudah dijangkau yakni telur.

“Kita sedang bagi-bagi pemberian makanan tambahan bagi anak balita dan juga ibu hamil yang kekurangan energi kronik, salah sau dari makanan tambahan itu didalamnya ada telur. Semuanya ada dan isinya lengkap, asam amino dan lain-lain semua proteinnya tinggi. Jadi untuk pembentukan nutrisi yang ketinggalan itu dia harus makan telur minimal 4 butir sehari,” terangnya.

Menurutnya, yang diperlukan untuk menunjang kecerdasan anak itu bukanlah karbohidrat, melainkan protein hewani yang berasal dari telur dan mudah diperoleh.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Ternyata yang diperlukan untuk anak cerdas itu bukanlah karbohidrat, jadi selama ini kita salah persepsi, kalau makan nasi harus dengan porsi Nasi yang banyak, lauknya sedikit, bahkan biasanya tidak pakai sayur. Tetapi sebenarnya, yang penting adalah protein hewani yang berasal dari telur,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646