0%
logo header
Sabtu, 18 Oktober 2025 13:37

Pemkot Makassar Fokuskan HUT ke-418 pada Program Empati dan Kepedulian Sosial

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT Kota Makassar ke-418 di ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (17/10/2025). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT Kota Makassar ke-418 di ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (17/10/2025). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar tahun 2025 diharapkan tidak sekadar menjadi pesta seremonial yang megah.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya menjadikan momentum ulang tahun kota sebagai wujud empati dan kepedulian nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, makna hari jadi Kota Makassar sejatinya adalah merayakan kebersamaan dan menebar manfaat bagi warga, bukan sekadar kemeriahan diatas panggung.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“HUT ke-418 Kota Makassar tahun 2025 ini harus menjadi momentum memperkuat empati sosial, bukan ajang seremonial glamor,” tegas Appi saat memimpin rapat koordinasi di ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (17/10/2025).

“Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Rapat yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, para kepala SKPD, serta seluruh camat ini membahas berbagai agenda dan konsep kegiatan yang akan mewarnai perayaan hari jadi Kota Makassar tersebut.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Dalam arahannya, Munafri menegaskan bahwa perayaan HUT Kota Makassar tahun ini tidak boleh sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan momentum untuk menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Saya mau acara ini memperlihatkan hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat. Jadi seluruh kegiatan harus berdampak langsung kepada masyarakat, apa pun itu,” tegas Munafri.

Hari ulang tahun Makassar bakal diperingati pada 9 November mendatang. Berbagai persiapan sudah dilakukan pemerintah kota.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Dengan tema “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan“, diharapkan menjadi momentum kebangkitan empati, gotong royong, dan kebersamaan seluruh elemen warga Kota Daeng.

Oleh sebab itu, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) turut ambil bagian menghadirkan kegiatan yang menggambarkan ciri khas dan kontribusi mereka.

Misalnya, Dinas Pemuda dan Olahraga akan menghadirkan semangat sportivitas lewat Pesta Olahraga, Makassar Bike Race, dan Mayors Cup Golf Tournament 2025, mengajak masyarakat hidup sehat dan aktif.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Dinas Kesehatan fokus pada kegiatan sosial kemanusiaan dengan operasi bibir sumbing massal, sunatan massal, donor darah, serta pemasangan gigi palsu gratis bagi warga kurang mampu.

Dinas Pariwisata menampilkan berbagai pengisi acara dan souvenir khas Makassar, memperkaya nuansa budaya dan promosi destinasi wisata kota.

Dinas Kebudayaan akan memeriahkan Upacara HUT Kota, Kirab Budaya, hingga Festival Permainan Tradisional di Karebosi, dilengkapi booth foto bertema “Wedding Etnic” yang menggambarkan keindahan adat dan keberagaman Makassar.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Dinas Pendidikan menyiapkan Opening Ceremony megah dengan Tari Kolosal Pelajar, serta lomba menggambar, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan afirmasi pendidikan bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.

Dinas Pertanian, Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Pra Event Urban Farming Festival dan pembagian bibit tanaman sebagai simbol kota hijau dan berkelanjutan.

Tak kalah penting, semangat kepedulian sosial juga diwujudkan oleh Dinas Sosial, Disdukcapil, DP3A Dalduk KB, dan Pengadilan Agama, yang bersinergi dalam Nikah Massal untuk membantu pasangan kurang mampu mewujudkan pernikahan sah dan berbahagia.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Dinas PTSP, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, dan Dinas Koperasi menghadirkan EXPO Pasar Murah, UMKM Fiesta, serta program sponsorship yang mendukung pelaku usaha lokal.

Dinas Perumahan menjalankan Program Bedah Rumah, membantu warga yang membutuhkan hunian layak. PDAM memberikan sambungan air bersih gratis bagi masyarakat prasejahtera.

Kemudian, BKPSDMD menggelar Jalan Santai Kebersamaan, mempererat silaturahmi ASN dan warga kota. Dan Disdukcapil membuka layanan publik terpadu agar masyarakat mudah mengurus dokumen kependudukan selama perayaan.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Diskominfo berperan dalam sosialisasi kegiatan HUT Kota serta memperkenalkan inovasi digital melalui Lontara+ (Super App) sebagai wajah baru pelayanan publik Makassar berbasis teknologi.

BPKAD menggelar Apresiasi Saksi Aset sebagai bentuk penghargaan terhadap pengelolaan aset daerah yang transparan. Sedangkan Bapenda menyiapkan titik-titik publikasi dan promosi HUT Kota di berbagai ruang publik.

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menutup rangkaian dengan kegiatan spiritual Sholat Subuh Berjamaah serta pemberian umrah gratis bagi para imam masjid sebagai bentuk apresiasi terhadap peran tokoh agama di masyarakat.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Lebih lanjut, Munafri menekankan, perayaan ulang tahun kota Makassar tahun 2025 harus memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, makna ulang tahun Kota Makassar harus diterjemahkan dalam bentuk kepedulian dan aksi sosial. Lanjut dia, Kota yang berulang tahun, artinya Pemerintah harus memberikan hadiah kepada masyarakat.

“Bukan kemewahan, tapi manfaat langsung. Contohnya pengobatan gratis, pemberian beasiswa, hadiah bagi masyarakat berprestasi, atau perbaikan rumah warga,” jelasnya.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, kegiatan HUT kali ini akan dikemas sederhana namun bermakna agar dirasakan semua elemen warga masyarakat Makassar.

Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menonjolkan kemegahan, melainkan memperkuat empati dan kepedulian sosial.

“Saya tidak mau glamor. Lebih sederhana tapi sarat makna. Kita mau membuat sesuatu yang berbeda, unik, tapi berdampak besar bagi masyarakat. Tahun ini kita bekerja untuk masyarakat,” imbuh politisi Golkar itu.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Appi juga menyampaikan keinginannya agar seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan Karebosi, sebagai simbol ruang interaksi antara pemerintah dan warga.

Dalam rapat tersebut, orang nomor satu Kota Makassar itu juga mengingatkan jajaran agar setiap kegiatan dijalankan secara efisien dan tepat sasaran.

Appi menolak pola kegiatan yang menghabiskan anggaran besar tanpa manfaat langsung bagi masyarakat. Apalagi sewa menyewa panggung yang harga fantastis.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Saya tidak mau ada acara dengan anggaran besar, tapi dampaknya kecil. Misalnya, panggung Rp300 juta, EO-nya Rp100 juta, tapi hadiah ke masyarakat hanya Rp25 juta,” tuturnya.

“Bukan itu yang saya mau. Tapi tolong dan tolong, buat kegiatan kombinasikan kegiatan supaya manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Appi melanjutkan.

Selain efisiensi, ia juga mendorong maksimalisasi belanja lokal untuk memperkuat ekonomi warga Makassar.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Belanja semaksimal mungkin harus lokal, supaya perputaran uang tetap di Makassar. Ini penting agar ekonomi kota ikut bergerak dari kegiatan HUT ini.

Munafri menegaskan pentingnya keseragaman konsep dalam seluruh rangkaian kegiatan HUT. Ia meminta agar tidak ada perangkat daerah yang berjalan sendiri-sendiri atau membuat logo maupun konsep acara terpisah.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam penyelenggaraan HUT ini, tidak boleh ada ego sektoral antar instansi. Semua pihak harus bekerja dalam semangat kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Satu rakyat, konsep satu, desainnya satu, logonya satu. Jangan terpecah-pecah. Semua harus inline dan seirama dengan panitia besar. Tidak boleh jalan sendiri,” ujarnya.

Lebih jauh, ia meminta agar kegiatan HUT ini dikemas sebagai gerakan empati sosial berskala kota, bukan pesta hiburan.

Dia ingin kegiatan dari tiap SKPD memiliki dampak sosial yang jelas, terutama bagi kelompok rentan, masuk disabikitas untuk andil dalam kemeriahan HUT Makassar tahun ini.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Saya lebih menganggap HUT Kota ini seperti charity besar. Kegiatan pendidikan harus mencari anak-anak berprestasi dan yang membutuhkan. Jangan lupa libatkan saudara-saudara difabel. Ini penting sekali,” tandasnya.

Ia juga membuka ruang bagi pihak ketiga, termasuk dunia usaha, untuk terlibat mendukung kegiatan HUT Makassar.

Menutup arahannya, Munafri menegaskan bahwa keberhasilan HUT ke-418 Kota Makassar bergantung pada kerja nyata seluruh jajaran, bukan sekadar wacana atau seremonial.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Event ini bisa terselenggara kalau kita bekerja langsung, bukan cuma di mulut. Duduk sama-sama, tentukan apa yang harus dilakukan, lalu jalan,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646