0%
logo header
Minggu, 27 Juli 2025 17:51

Pemkot Makassar Resmi Launching Aplikasi LONTARA+, Inovasi Baru Layanan Publik yang Lebih Cepat

Rizal
Editor : Rizal
Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan aplikasi LONTARA+ dalam acara Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (27/7/2025). (Foto: Istimewa)
Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan aplikasi LONTARA+ dalam acara Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (27/7/2025). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program layanan online terintegrasi warga Makassar LONTARA+, sebuah aplikasi Super Apps yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh layanan publik kota hanya dalam satu platform digital.

Program ini di-launching secara resmi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham di acara Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (27/7/2025).

Turut hadir jajaran Forkopimda Kota Makassar, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekda Makassar Zulkifly Nanda, serta tim ahli Pemkot Makassar Hudli Huduri dan Dara Nasution, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar M Roem, serta SKPD terkait.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pilihan. Ia merasa bersyukur karena satu demi satu program dicanangkan mulai terealisasi.

Alhamdulillah, dari tujuh program MULIA, satu demi satu mulai terealiasi. Salah satunya adalah launching Makassar Super App atau LONTARA+ ini,” jelas Appi, sapaan karibnya.

Menurutnya, sekarang era digital, dimana kecepatan, kemudahan akses, dan transparansi menjadi standar pelayanan publik, pemerintah harus hadir sebagai pemimpin perubahan.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Menurutnya, blueprint LONTARA+ ini disusun tim Pemkot Makassar sebagai komitmen membangun sistem pelayanan publik yang lebih terintegrasi, adil, dan berpihak kepada warga.

“LONTARA+ bukan hanya platform digital terpadu, tetapi juga cerminan cara baru kita bekerja lebih terbuka, lebih efisien, dan lebih mendengar,” ujar Munafri.

Makassar Super Apps adalah salah satu dari program utama Mulia selain pembangunan Stadion Untia, program iuran sampah gratis, program seragam sekolah gratis, sambungan air gratis, Makassar Creative Hub dan berbagai program sosial lainnya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Ia menekankan, penyusunan LONTARA+ lahir dari masukan berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar, pedagang kaki lima, guru, ibu rumah tangga, hingga lansia. Semua saran tersebut menjadi dasar agar layanan digital ini tidak hanya canggih, tetapi juga relevan, manusiawi dan inklusif.

Blueprint LONTARA+ dirancang sebagai panduan jangka menengah hingga 2029. Dokumen ini memuat visi strategis, kerangka arsitektur sistem, tahapan implementasi, serta prinsip desain layanan yang akan menopang infrastruktur digital Makassar ke depan.

“Ini bukan proyek jangka pendek, tapi investasi jangka panjang untuk membangun pemerintahan yang tangguh dan dipercaya,” jelas Appi.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Tantangan tetap ada dari kesiapan infrastruktur, literasi digital, hingga budaya birokrasi. Namun, jika arah jelas dan semua pihak terlibat, setiap langkah kecil akan membawa perubahan besar,” tambahnya.

Munafri juga mengajak masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga aparatur pemerintah untuk bersama-sama mendukung implementasi LONTARA+ tersebut.

Menjadikan LONTARA+ sebagai tonggak penting menuju Makassar yang bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga adil dalam melayani. Teknologi bisa berubah cepat, tetapi falsafah lokal siri’na pacce tetap menjadi fondasi utama.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Kita ingin sistem yang tidak hanya melayani, tetapi juga memanusiakan, yang tidak hanya efisien, tetapi juga mengakar, dan yang tidak hanya modern, tetapi juga dipercaya,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Makassar ini menjelaskan, penamaan LONTARA+ dipilih melalui ajang kreatif EPSTA atau acara yang melibatkan anak-anak muda Makassar.

Nama lontara sarat akan nilai budaya lokal, terinspirasi dari aksara Lontara, warisan budaya Bugis-Makassar yang digunakan sejak abad ke-14 hingga ke-20.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Nama aplikasi LONTARA+ ini bukan sekadar aksara, tetapi juga naskah yang merekam sejarah dan identitas Sulawesi Selatan. Dengan LONTARA+, kita ingin membawa nilai lokal ke dalam ekosistem digital modern,” ujarnya.

Munafri menegaskan, LONTARA+ menjadi jawaban atas persoalan tumpang tindih aplikasi di berbagai SKPD. Semua layanan, mulai dari informasi publik, pengaduan warga, pajak daerah, hingga akses program pemerintah akan disatukan dalam satu platform.

“Selama ini SKPD memiliki aplikasi sendiri-sendiri. LONTARA+ menyatukannya dalam satu genggaman, dengan fitur yang bisa terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Selain integrasi 358 layanan publik di Kota Makassar, LONTARA+ juga diklaim mampu menghadirkan data dan fakta secara real-time, memungkinkan Pemkot mengambil keputusan berbasis informasi terkini.

Tak hanya sekadar teknologi, Pemkot Makassar menargetkan LONTARA+ menjadi gerakan sosial untuk meningkatkan kesadaran digital masyarakat.

“Kami tahu mengubah kebiasaan tidak mudah. Tapi kalau tidak dimulai, kita tidak akan pernah maju. Setahun ke depan kami fokus pada sosialisasi agar semua warga terbiasa menggunakan aplikasi ini,” kata Appi.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Ia menegaskan LONTARA+ masih dalam tahap awal. Penyempurnaan akan terus dilakukan dengan melibatkan masukan dari masyarakat, media, dan mitra kolaborasi lainnya.

“Platform ini sudah fiks, tapi kontennya akan berkembang. Jika ada ide atau kebutuhan baru, sampaikan pada kami. LONTARA+ harus menjadi aplikasi milik bersama warga Makassar,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646