REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid menggelar kegiatan pengawasan APBD di Jalan Monumen Emmy Saelan, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (31/1/2026).
Legislator Fraksi Partai Golkar itu melakukan tatap muka dan dialog bersama warga. Ia mengelaborasi berbagai masukan dan permasalahan terkait pelaksanaan pembangunan yang menggunakan dana APBD di wilayah tersebut.
“Saya meminta kepada semua warga untuk bersama-sama mengawal pembangunan yang ada di sekitar kita. Pembangunan yang menggunakan APBD harus tepat sasaran dan bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat,” kata Kadir Halid.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Program Presiden di Rakornas 2026
Menurutnya, pengawasan anggaran APBD tersebut merupakan suatu bentuk tindakan untuk menjamin pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai dengan tujuan dan rencana.
Hal ini juga kata Kadir Halid, berfungsi sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan anggaran pemerintah daerah dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
“Tugas dan wewenang DPRD adalah melakukan pengawasan APBD sesuai dengan petunjuk dan amanat yang terdapat dalam undang-undang,” tambah Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu.
Baca Juga : Produksi Gabah Kering Panen Sidrap Naik di 2025, Hasilkan Rp4,51 Triliun
Kadir Halid lalu merinci pentingnya peranan warga untuk bersama-sama mengawasi dan mengawal proses pembangunan. Jika pengawasan dilakukan secara berkesinambungan, maka akan berdampak pada besarnya manfaat pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat itu sendiri.
“Kita berupaya terus melibatkan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan di daerah masing-masing. Hasil pengawasan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam rancangan APBD selanjutnya,” jelasnya.
Dalam tatap muka dengan warga tersebut, salah satu hal yang banyak dibahas terkait masalah perbaikan drainase, terutama di saat musim penghujan saat ini.
“Drainase di sekitar sini membutuhkan pengerukan dan penambahan volume. Sebab masalah ini selalu menyebabkan banjir. Semoga kita bisa mencari solusinya bersama-sama,” kata salah seorang warga setempat.
Merespons aduan tersebut, Kadir Halid berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk menuntaskan masalah klasik itu.
Ia juga menyinggung bahwa perbaikan Jalan Hertasning yang saat ini sementara dilaksanakan juga termasuk perbaikan drainase didalamnya.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai-Bulukumba
“Yang masalah selama ini kan ada yang tidak ada gotnya. Jadi kalau hujan pasti tergenang. Makanya, kita minta kontraktornya ditinggikan dulu sebelum diaspal atau dibeton,” demikian Kadir Halid. (*)
