0%
logo header
Selasa, 25 Januari 2022 00:51

Pengemudi Mobil Dituduh Maling dan Dikeroyok Hingga Meninggal, Keluarga Minta Keadilan

Keluarga Korban saat melakukan Konferensi Pers di Rumah Duka Grand Heaven Pluit Jakarta Utara, Senin (24/01/2022).
Keluarga Korban saat melakukan Konferensi Pers di Rumah Duka Grand Heaven Pluit Jakarta Utara, Senin (24/01/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Seorang pengemudi mobil bernama Wiyanto Halim (89) menjadi korban pengeroyokan hingga tewas oleh sejumlah orang lantaran dituduh sebagai maling.

Aksi pengeroyokan itu terjadi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Kuasa hukum keluarga Wiyanto Halim, Freddy Y Patty menerangkan korban keluar rumah pada Sabtu (22/01/2022), dengan membawa mobil tanpa sepengetahuan keluarga hingga keesokan harinya tak kunjung pulang.

Kemudian pada Minggu (23/01/2022) pagi, keluarga merasa bingung karena tak menemukan keberadaan korban.

Sampai pada akhirnya, pihak Polres Metro Jakarta Timur menghubungi pihak keluarga dan menyatakan Wiyanto telah meninggal dunia karena dikeroyok.

“Baru pagi-pagi dari pihak Polres telfon dan menyatakan bahwa bapak Wiyanto Halim sudah ada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan sudah meninggal dunia,” ujar Freddy kepada wartawan di Rumah Duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, Senin (24/01/2022).

Freddy menyatakan bahwa sejatinya Wiyanto tidak pernah keluar malam karena usianya yang sudah tua.

Selain itu, pria lanjut usia ini juga sebenarnya memiliki sopir.

Selain usianya sudah tua, keluarga juga melarang Wiyanto untuk mengemudi mobil sendiri karena kondisinya yang kurang mendengar sejak beberapa tahun sehingga membuatnya menggunakan alat bantu dengar.

“Keluarga sudah sering mengingatkan jangan bawa mobil nanti bahaya. Tetapi tanpa sepengetahuan keluarga dia sering bawa sendiri ketika sopir tidak ada, kalau sopir ada pasti sopir yang bawa. Beliau juga kadang kurang dengar dan menggunakan alat bantu dengar sudah beberapa tahun,” jelasnya.

Disisi lain, anak korban, Bryna buka suara terkait kematian ayahnya yang disebabkan karena aksi pengeroyokan tersebut.

Ia mengaku tak terima ayahnya meninggal dalam kondisi mengenaskan.

“Intinya saya dari keluarga itu tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini, kita minta keadilan,” kata Bryna.

Penulis : Wahyu Widodo
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646