0%
logo header
Sabtu, 26 Oktober 2024 13:00

Pjs Wali Kota Makassar: FIN Expo OJK Upaya Strategis Pacu Ekonomi Daerah

Chaerani
Editor : Chaerani
Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis saat memberikan sambutan pada Pembukaan FIN Expo 2024 BIK, di Anjungan MNEK, Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Makassar, Jumat, (25/10/2024) malam kemarin. (Dok. Istimewa)
Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis saat memberikan sambutan pada Pembukaan FIN Expo 2024 BIK, di Anjungan MNEK, Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Makassar, Jumat, (25/10/2024) malam kemarin. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis menilai penyelenggara Financial Expo Otoritas Jasa Keuangan (FIN Expo) yang merupakan Perayaan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024 sangat strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Tentu akan memberikan manfaat besar dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di Makassar tetapi juga secara nasional, ” katanya, di sela-sela Pembukaan FIN Expo 2024 BIK, di Anjungan MNEK, Kawasan Center Poin of Indonesia (CPI) Makassar, Jumat, (25/10/2024) malam kemarin.

Kegiatan tahunan dari Otoritas Jasa Keuangan wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (OJK Sulselbar) ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta dalam hal ini layanan jasa keuangan dan masyarakat untuk memahami lebih dalam mengenai akses dan literasi keuangan.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Apalagi, melalui tema “Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif”, tentunya sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan akses keuangan yang inklusif, masyarakat dapat lebih mandiri dalam pengelolaan finansial mereka, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Ia pun menegaskan, bahkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan sangatlah penting agar masyarakat bisa memahami produk dan layanan keuangan yang ada.

“Ini tidak hanya soal memiliki rekening bank, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas, “ujarnya.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga turut berkomitmen untuk terus mendukung inklusi keuangan dan kemandirian ekonomi rakyat yang berkelanjutan hingga akhir 2024.

“Semoga upaya ini mampu mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan merata di seluruh wilayah Kota Makassar,” tutupnya.

Sementara, Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengungkapkan, meningkatnya literasi dan inklusi keuangan ikut berperan dalam mendorong akses layanan keuangan yang akan berdampak bagi perekonomian masyarakat. Dimana dengan akses keuangan yang baik akan meningkatkan ketimpangan ekonomi, meningkatkan stabilitas keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Akses keuangan ini saya pikir menjadi pondasi bagi kesejahteraan masyarakat, dengan memiliki akses terhadap sektor jasa keuangan tentunya masyarakat memiliki kesempatan yang luas untuk dapat menggunakan produk layanan jasa keuangan secara lebih optimal,” katanya.

Lanjutnya, dengan layanan jasa keuangan optimal tentunya akan mendukung kegiatan usaha, investasi maupun dalam proteksi aset. Olehnya, dalam memanfaatkan akses keuangan perlu dibarengi dengan literasi dan inklusi keuangan.

Darwisman menyebutkan, OJK setiap tahun bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei indeks literasi dan inklusi keuangan secara nasional. Hasil survei tersebut pun menunjukkan bahwa masih terjadi gep sekitar 10 persen, sehingga dianggap literasi dan inklusi keuangan masih perlu didorong untuk mencapai target 90 persen untuk mencapai Indonesia Emas 2025.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan tentunya butuh dukungan seluruh pihak, sebab OJK tidak bisa berjalan sendiri sehingga butuh kolaborasi dengan industri jasa keuangan, pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” tegasnya.

Di wilayah Sulselbar, sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK telah mengagas program LAYAnan liteRasi dan inKlusi keuangan daerahkU (LAYARKU). Dari program ini pun diharapkan agar dalam tiga tahun kedepan atau sejak 2023 hingga 2025 seluruh desa dan kelurahan termasuk kepulauan sebanyak 3.705 lokasi dapat disasar kegiatan edukasi dan literasi keuangan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646