REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menilai bahwa keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup pemerintahan wajib bekerja dengan inovatif dan kompetitif.
Hal ini pun perlu didorong melalui Orientasi PPPK Formasi Tahun 2023 Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa. Pembukaan orientasi tersebut berlangsung di sela-sela Upacara Hari Kesadaran Nasional.
“Dari orientasi ini PPPK dapat meningkatkan kualitasnya, selalu upgrade ilmunya dan menjadi ASN yang inovatif, tidak monoton, yang pada gilirannya akan terbentuk aparatur yang memiliki keahlian dan keterampilan,” tegasnya, dalam sambutannya, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Selasa (17/06/2025).
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Selain itu, mampu berperan sebagai motivator, inovator, perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Dalam orientasi ini juga PPPK diharapkan mampu menjadi ASN yang disiplin dan kompetitif melalui penerapan nilai-nilai dasar ASN “berAKHLAK” dalam menghadapi era persaingan global,” harapnya
Husniah menegaskan, PPPK bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor dua. Menurutnya, hal ini berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang memberikan hak yang sama bagi ASN yang didalamnya terdiri dari PNS dan PPPK.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“PPPK memiliki hak, tugas dan tanggung jawab yang sama dengan PNS jadi jangan sampai minder dengan PNS, PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk diangkat, berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.
Ia menjelaskan, orientasi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Gowa bekerjasama sengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan sangat penting bagi PPPK. Karena menurutnya latar belakang PPPK yang berasal dari non ASN tentunya memerlukan pemahaman tentang nilai dan fungsi ASN sebelum terjun di lingkungan birokrasi pemerintah.
Dirinya berharap, seluruh peserta orientasi PPPK agar nantinya dapat mengikuti kegiatan dengan serius dan sungguh-sungguh. Sebab orientasi ini merupakan momentum yang baik, guna meningkatkan wawasan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai ASN, termasuk didalamnya pengetahuan terkait sistem penyelenggaraan pemerintahan negara dan budaya organisasi pemerintahan.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
“Saya juga berharap kepada seluruh peserta setelah selesai mengikuti orientasi ini peserta memiliki mental melayani bukan dilayani, serta dapat ikut serta memberikan sumbangsih dan karya terbaik untuk memajukan Kabupaten Gowa tercinta ini,” harapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh ASN Kabupaten Gowa untuk membantu mendukung dan menyukseskan program-program Pemerintah Kabupaten Gowa. Antara lain pada sembilan program prioritas yang langsung berdampak dan terukur “GOWA SALAPANG HATI DAMAI”.
Mulai dari, seragam gratis bagi siswa baru (SD-SMP), ammbulans gratis : antar jemput pasien gawat darurat (Puskesmas), pembangunan jalan minimal 350 kilometer, penyiapan dan penjaminan ketersediaan benih, pupuk dan pestisida bagi usaha pertanian dan perikanan.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
Kemudian bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM, perempuan dan disabilitas, peningkatan insentif bagi RT/RW, imam desa/kelurahan/dusun/lingkungan, guru mengaji, kader Posyandu, PPKBD dan Sub PPKBD, peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, beasiswa bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan berprestasi, pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan sanggar kesenian.
“Program ini bukan hanya janji, tapi komitmen yang harus kita realisasikan bersama, yaitu dengan seluruh komponen masyarakat dan seluruh ASN untuk Gowa lebih Maju,” ujar Husniah Talenrang.
