REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menargetkan agar setiap tahunnya hasil produksi komoditas jagung dapat meningkat. Hal ini sebagai upaya dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Menurut Husniah, pertanian merupakan salah satu sektor penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gowa. Dimana produksi beberapa komoditas pertanian di sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, seperti jagung hibrida dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“Panen jagung ini bukan hanya sekadar hasil dari proses bercocok tanam, tetapi juga merupakan simbol keberhasilan kolaborasi antara petani, jajaran kepolisian, perusahaan, dan pemerintah daerah. Dengan teknologi yang tepat guna dan pendampingan yang berkelanjutan, saya yakin kita dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan daerah,” ungkapnya, saat menghadiri Panen Raya Jagung NK Sumo Sakti, di Dusun Samaya, Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kamis (19/06/2025).
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan apresiasinya kepada PT. Syngenta atas dukungan dan inovasi teknologi pertanian yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gowa.
“Kerjasama ini sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung yang dihasilkan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat kita,” jelasnya.
Olehnya ia berharap melalui acara panen ini, semangat kerja keras dan inovasi terus ditingkatkan agar produksi jagung Kabupaten Gowa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Mari kita jaga semangat gotong royong dan terus tingkatkan produktivitas pertanian kita demi kemajuan bersama,” harap Husniah.
Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin mengatakan panen raya kali ini dinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa bekerjasama dengan PT Syngenta Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan produksi jagung, khususnya di wilayah Kabupaten Gowa.
“Luas lahan di Kelurahan Romanglompoa ini lebih 200 hektare (Ha), dimana yang dipanen seluas 7 ha dan sisanya akan panen secara bertahap, dengan benih yang digunakan adalah jagung hibrida varietas NK Sumo Sakti,” sebutnya.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Ia menyebutkan, saat ini produksi jagung di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode 2023 rata-rata produksi jagung sebanyak 6,18 ton per Ha, sementara di 2024 naik sekitar 6,39 ton per Ha. Adapun di periode 2025 mengalami peningkatan 6,76 ton per Ha.
“Bahkan produksi jagung kita dalam dua tahun terakhir meningkat rata-rata di angka 350 ribu ton per tahun. Semoga peningkatan produksi tidak hanya melalui perluasan tanam tetapi kenaikan produksi melalui peningkatan produktivitas,” tambahnya.
Ia berharap, dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, stakeholder dan penyuluh akan semakin meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Gowa yang berdampak terhadap penambahan penghasilan bagi petani.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
“Semoga ini menjadi momentum bagi seluruh petani jagung untuk terus berupaya dalam memberikan yang terbaik, terlebih jagung hibrida adalah salah satu kompditi andalan Kabupaten Gowa,” harapnya.
