REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Jumlah produksi jagung di Kabupaten Gowa pada panen raya kuartal III mencapai sekitar 7.153 ton. Jumlah produksi ini pun memperkuat ketahanan pangan, khususnya melalui peningkatan produksi jagung sebagai komoditas andalan daerah.
“Jagung adalah komoditas strategis yang menopang ekonomi Gowa. Kami bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang terus memastikan agar seluruh bantuan pertanian dari pemerintah pusat dapat tersalurkan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan petani,” ujar Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, di sela-sela Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025, di Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng, kemarin.
Ia menyebutkan, panen jagung di Kabupaten Gowa mencakup lahan seluas 1.788 hektare, dengan estimasi hasil mencapai 7.153 ton. Capaian ini menjadi kontribusi penting bagi produksi jagung nasional. Dimana menurut data Kementerian Pertanian RI telah mencapai 11,18 juta ton sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Apalagi jagung menjadi salah satu komoditas yang mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan,” terangnya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi jagung nasional pada kuartal III mengalami peningkatan sebesar 2,7 juta ton. Dengan harga rata-rata Rp5.500 per kilogram, sedangkan nilai ekonomi yang diperoleh petani mencapai sekitar Rp 15 triliun.
“Ini bukti nyata bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sudah tepat dan berdampak langsung pada sektor pangan,” kata Amran.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Selain jagung, produksi padi juga mengalami peningkatan hingga 3 juta ton, dengan potensi surplus 4 juta ton, yang bernilai lebih dari Rp113 triliun. Ekspor singkong turut mengalami lonjakan, memperlihatkan tren positif sektor pertanian secara keseluruhan.
Keberhasilan panen raya ini, menurut Mentan, tidak lepas dari penyederhanaan regulasi dan dukungan penuh pemerintah kepada petani, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi lainnya.
“Selama kebijakan ini membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi petani, kami akan terus berupaya. Insya Allah, swasembada pangan bisa kita capai tahun ini,” tegas Amran.
