REPUBLIKANEWS.CO.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa menyambut baik dukungan sejumlah stakeholder dalam membantu pemerintah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bagi (AKB).
Salah satunya Sehati Grup yang membantu para bidan dengan perangkat TeleCTG untuk mendorong kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Sekadar diketahui TeleCTG adalah alat CTG berbasis portabel yang digunakan untuk memantau denyut jantung janin dan kontraksi rahim. Kehadiran penerapan alat kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) di bidang maternal ini pun diharapkan bisa meminimalisasi AKI dan AKB.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa Hasanuddin menilai sudah saatnya Kabupaten Gowa mengadaptasi teknologi di bidang kesehatan di tengah rencana penerapan sistem Smart City yang akan diterapkan 2022 mendatang.
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
“Kabupaten Gowa meniru di beberapa provinsi seperti di DKI Jakarta, Bandung, masalah digital, karena Gowa ini mungkin tahun depan sudah ada smartcity, semua akan menggunakan teknologi digital,” katanya, kemarin.
Untuk itu, ia mendorong dan mendukung penerapan pelayanan kesehatan berbasis digital lantaran memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Gowa.
“Teknologi ini TeleCTG ini canggih alatnya bisa mobile oleh bidan bisa dibawa kemana-mana,” jelas dia.
Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL
Terlebih, ia mengakui AKI dan AKB di Kabupaten Gowa masih terbilang tinggi dengan dua penyebab utama, pertama adalah pendarahan dan ke dua adalah preeklampsia.
“Dua itu jadi penyebab utama tingginya AKI dan AKB,” jelas dia.
Sementara itu, Co-Founder dan Chief Business Development Officer Sehati Group, Anda Sapardan mengatakan, tantangan masih tingginya AKI, AKB dan Stunting adalah tiga hal yang menjadi perhatian dirinya.
