REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Gowa,Muchlis menutup secara resmi Festival Bedug dan Takbiran Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019, di pelataran Kantor Bupati Gowa, Minggu (26/05/2019) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial Kabupaten Gowa ini telah berlangsung selama delapan tahun, dan diikuti 68 peserta yang berasal dari beberapa Kabupaten/Kota se-Sulsel.
Muchlis dalam sambutannya mengatakan, bahwa festival bedug yang dilaksanakan selama empat malam merupakan apresiasi kita sebagai umat islam terhadap pentingnya penghayatan terhadap nilai – nilai seni islam. Disamping itu untuk meningkatkan nilai – nilai keimanan dan ketaqwaan yang dimiliki.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Jadi kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemkab Gowa sebagai wujud dalam memberikan dorongan dan spirit kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan nilai keimanan dan ketaqwaannya melalui kreasi seni religius,” ungkapnya.
Sebagaimana kita sadari, lanjutnya, perkembangan masyarakat dewasa ini semakin kuat dengan adanya pengaruh globalisasi disetiap sektor kehidupan. Kondisi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi generasi kita.
“Oleh karena itu, jika perkembangan dan perubahan tidak dibentengi agama yang kokoh bagi anak-anak dan generasi kita, maka tentunya akan dapat menjadikan perjalanan generasi mudah diombang- ambing oleh zaman modern,” kata Sekda Gowa ini.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Tak hanya itu, Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini seharusnya dijadikan sebagai media saling bersilaturahmi dan berkompetisi secara sehat untuk menjadikan nilai keimanan warga semakin kuat kepada Allah SWT.
“Saya mengajak kita semua untuk tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dengan mempertahankan suasana yang kondusif seperti saat ini, sehingga momentum ramadhan dapat menjadi wahana ukhuwah serta memberi pemahaman betapa pentingnya menjaga kedamaian diantara sesama,” ujarnya.
Dirinya pun berharap kegiatan ini mampu terus dilestarikan kepada generasi selanjutnya, jika perlu tahun depan pihaknya akan membuat tim kreatif untuk membuat vidio kegiatan festival bedug dan di share ke Youtube, sehingga kegiatan tersebut mampu dikenal diseantero dunia.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol mengucapkan apresiasi kepada semua peserta yang ikut andil di Kegiatan ini.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Gowa menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi terkhusus kepada dewan juri yang memberikan penilaian secara objektif sehingga penyelenggaraan festival bedug dan takbiran tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucapnya.
Sekedar diketahui pemenang pertama untuk kategori profesional berasal dari Sanggar Seni IRMB Batang yang merupakan peserta dari Kabupaten Maros dan berhasil membawa pulang uang senilai Rp 30 Juta.
Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional
Untuk kategori Pemula diraih oleh RT Komunity Desa Gentungan Bajeng Barat denhan hadiah berupa uang sebesar 20 juta rupiah. Sementara untuk kategori SKPD juara 1 diraih oleh Dinas Perhubungan dan berhasil membawa pulang satu unit Motor.
Turut hadir dalam giat ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa, Hj Nurliah Muchlis, Ketua Majelia Ulama Indonesia (MUI) Gowa Abubakar Paka, serta para Pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (rls)
