REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANDA ACEH — Wakapolda Aceh Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, menerima kunjungan Sekretaris Satgas Saber Pungli Pusat Irjen Pol Agung Makbul di Mapolda Aceh, Jeulingke, Kota Banda Aceh, Selasa (17/05/2022).
“Kedatangan Satgas Saber Pungli Pusat merupakan bentuk sinergisitas serta monitoring program pencegahan dan pemberantasan pungutan liar di Aceh,” kata Agus Kurniady Sutisna.
Ia juga menyampaikan, monitoring saber pungli tersebut perlu dilakukan sebagai langkah proaktif dan preemtif pemberantasan pungutan liar demi kemajuan daerah, khususnya Aceh.
Selain itu, sambung Agus, juga untuk mensinergikan dan menyamakan program personel yang bekerja tanpa pungli dan anti pungli.
“Semoga dengan adanya monitoring ini, setidaknya bisa meminimalisir pungli di Aceh,” ujar Agus.
Dalam kesempatan ini, Agung mengatakan pentingnya sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum kepada masyarakat.
Agung mengatakan praktik pungutan liar (pungli) ini merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu pemerintah perlu memberantas praktik kotor ini secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.
Agung mengatakan praktik pungli di Indonesia sangat kronis. Bahkan dia menyebut sejak lahir sampai mati warga Indonesia kerap menjadi korban pungli. “Pungli juga menyebabkan ekonomi biaya tinggi,” pungkasnya.
